Terjerat Pinjol Jangan Panik, Malahayati Bogor Dampingi Klien Hadapi Tekanan Kolektor

Fikri Rahmat Utama • Dipublikasikan Minggu, 11 Oktober 2026 | 14:19 WIB
Seminar NMT di kantor Malahayati Consultant KCP Bogor. (Foto: Fikri/Radar Bogor)
Seminar NMT di kantor Malahayati Consultant KCP Bogor. (Foto: Fikri/Radar Bogor)

RADAR BOGOR – Tekanan akibat pinjaman online (pinjol) dapat merembet ke tempat kerja hingga lingkungan keluarga.

Kondisi tersebut menjadi salah satu persoalan yang ditangani Malahayati Consultant melalui layanan pendampingan bagi masyarakat yang menghadapi masalah gagal bayar.

Kepala Departemen Produk dan Layanan Malahayati Consultants, Maulana Akbar, mengatakan pendampingan dilakukan ketika klien menghadapi berbagai bentuk tekanan penagihan.

Mulai dari kedatangan kolektor ke rumah, gangguan di tempat kerja, hingga teror melalui media sosial.

Upaya tersebut turut disampaikan melalui Seminar NMT (New Mentality Health) yang diikuti klien baru Malahayati Consultant.

Kegiatan ini mengangkat tema literasi dan edukasi dampak negatif pinjol, pemahaman hukum perdata, pidana dan ketenagakerjaan, serta pelatihan pemulihan mental.

Baca Juga: Honda Civic Tabrak Truk Hebel di Tol Jagorawi Arah Bogor, Pengemudi Dilarikan ke Rumah Sakit

“Kami selalu mendampingi, termasuk pendampingan teknis ketika masyarakat itu diteror atau didatangi di tempat bekerja ataupun di rumah,” kata Maulana usai seminar NMT di kantor Malahayati Consultant KCP Bogor, Jalan Pengadilan, Kelurahan Pabaton, Kecamatan Bogor Tengah, Minggu 11 Oktober 2026.

Menurut Maulana, pendampingan berfokus pada kondisi yang dihadapi masyarakat setelah mengalami gagal bayar.

Malahayati juga berupaya meningkatkan pemahaman klien agar tidak merasa takut ketika menghadapi persoalan pinjaman online.

Tekanan Penagihan hingga Gangguan Mental

Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan materi mengenai tekanan emosional akibat persoalan utang.

Pembahasan mencakup stres, kecemasan, penyesalan, depresi hingga keputusasaan.

Peserta juga diperkenalkan pada konsep grief cycle atau tahapan respons emosional ketika menghadapi situasi sulit.

Tahapan tersebut meliputi penyangkalan, kemarahan, tawar-menawar, depresi, dan penerimaan.

Selain itu, materi membahas pendekatan emotional-focused coping untuk mengelola tekanan emosional dan problem-focused coping untuk mencari jalan keluar dari persoalan yang dihadapi.

Maulana berharap pendampingan tersebut dapat membantu masyarakat menghadapi persoalan gagal bayar tanpa mengambil keputusan yang justru memperburuk keadaan, termasuk mengorbankan hubungan keluarga. “Kami ingin menguatkan mental masyarakat itu,” ujarnya.

Bahas Hak Klien dan Praktik Penagihan

Seminar tersebut juga membahas pemahaman hukum dalam menghadapi penagihan pinjaman online.

Baca Juga: Batu Love Garden, Wisata Taman Bunga Instagramable dengan Tiket Mulai Rp40 Ribuan

Materi mencakup pembedaan antara kewajiban menyelesaikan utang dan tindakan penagihan yang berpotensi melanggar hukum.

Sejumlah persoalan yang menjadi pembahasan meliputi penipuan, pemerasan, pengancaman, penyebaran data pribadi, pencemaran nama baik, hingga praktik penagihan yang tidak beretika.

Peserta juga mendapatkan materi mengenai cara menghadapi desk collector atau petugas penagihan melalui komunikasi jarak jauh dan field collector yang melakukan penagihan secara langsung.

Maulana menyebut pendampingan tersebut bertujuan membantu klien memahami situasi yang dihadapi dan menentukan langkah penyelesaian masalah.

Dia berharap masyarakat tidak membiarkan tekanan akibat gagal bayar berkembang menjadi persoalan lain yang berdampak pada kehidupan pribadi dan keluarga.

"Sampai saat ini jumlah klien Malahayati secara keseluruhan mencapai kurang lebih 100 ribu orang di seluruh Indonesia. 

Lebih dari 300 Klien Didampingi di Bogor

Sementara itu, Kepala KCP Bogor, Harry Sudrajat, mengatakan antusiasme masyarakat terhadap layanan pendampingan Malahayati di Bogor cukup tinggi.

Selama sekitar lima bulan beroperasi, kantor tersebut telah mendampingi lebih dari 300 klien.

“Klien yang datang dan sudah kami dampingi lebih dari 300 orang. Jadi memang antusias masyarakat Bogor terkait pendampingan dari Malahayati ini besar sekali,” kata Harry.

Harry menjelaskan, masyarakat yang menghadapi persoalan pinjol dapat datang langsung ke kantor Malahayati Consultant KCP Bogor di Jalan Pengadilan, tepat di seberang Pengadilan Negeri Bogor.

Baca Juga: Sinopsis Film People Pleaser, Kisah Mawar de Jongh yang Sulit Berkata Tidak

Menurut dia, pendampingan dilakukan melalui konsultasi langsung di kantor agar masyarakat dapat menyampaikan persoalan yang dihadapi.

Malahayati juga memiliki kantor cabang di sejumlah daerah, antara lain Jakarta Selatan, Jakarta Barat, Bekasi, Sukabumi, Serang, Bandung, Yogyakarta, Semarang, Surabaya, dan Probolinggo.

Harry mengimbau masyarakat yang menghadapi persoalan pinjol agar segera berkonsultasi.

Sementara itu, masyarakat yang belum menggunakan pinjaman online disarankan menghindarinya karena menurut dia risikonya lebih besar dibandingkan manfaatnya.

“Bagi masyarakat Bogor yang sudah mempunyai permasalahan di pinjol atau sudah terjebak di dalam pinjaman online, nggak perlu khawatir. Kami hadir di sini untuk mendampingi kalian,” ujarnya. (uma)

Editor : Yosep Awaludin
gagal bayar Malhayati Consultant pinjaman online