RADAR BOGOR - Pelaksanaan MBG prasmanan tak hanya soal menyajikan makanan. Siswa juga dilibatkan untuk membantu teman-temannya mengambil lauk hingga sayuran.
Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Bogor, Haidir mengatakan, keterlibatan siswa menjadi bagian dari konsep MBG prasmanan yang diterapkan di sekolah.
Menurutnya, dari konsep MBG prasmanan siswa bisa belajar melalui aktivitas sederhana selama proses makan berlangsung.
Mulai dari menghitung buah lengkeng yang disajikan hingga membantu teman mengambil makanan.
“Jadi mereka senang ikut menghitung, tadi kan menu buahnya lengkeng, menghitung lengkeng, kemudian membantu temannya untuk mengambil lauk, membantu temannya untuk mengambil sayur,” ujar Haidir.
Meski dilibatkan, siswa tetap berada dalam pengawasan tim dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Baca Juga: Tim IPB Latih Petani Merauke Pakai Drone, Semprot 1 Hektare Sawah Kurang dari 20 Menit
Pengawasan dilakukan bersama ahli gizi dan tim dapur untuk memastikan pelaksanaan berjalan sesuai ketentuan.
Haidir menyebut, keterlibatan siswa dalam MBG prasmanan juga akan terus dilakukan ke depannya.
Sebab, program ini tidak hanya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan gizi, tetapi juga bisa menjadi bagian dari proses pembelajaran di sekolah.
“Ya, selalu-selalu. Karena kan selain nilai gizi yang ingin diberikan, tentu banyak nilai-nilai pembelajaran. Sekolah ini kan tempatnya pembelajaran,” jelasnya.
Melalui konsep tersebut, MBG prasmanan diharapkan dapat memberikan pengalaman belajar bagi siswa di luar kegiatan akademik.
Keterlibatan mereka dalam proses penyajian makanan menjadi salah satu cara menanamkan kebiasaan saling membantu di lingkungan sekolah.
Di Kota Bogor MBG model prasmanan ini baru dilaksanakan di SDN Cibalagung 5. Siswa yang ikut hanya menyasar pada kelas 5 dan 6 dengan total 110 orang. (bay)
Editor : Yosep Awaludin