168 Warga Kota Bogor Positif Influenza A, Begini Penjelasan Kepala Dinkes

Fikri Rahmat Utama • Dipublikasikan Rabu, 14 Oktober 2026 | 23:14 WIB
Kepala Dinkes Kota Bogor, Erna Nuraena saat memberikan keterangan soal Hantavirus. (Foto: Fikri/Radar Bogor)
Kepala Dinkes Kota Bogor, Erna Nuraena saat menyampaikan keterangan. (Fikri/Radar Bogor)

RADAR BOGOR – Sebanyak 168 warga Kota Bogor tercatat positif Influenza A berdasarkan laporan sembilan rumah sakit selama 1-13 Oktober 2026. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor belum bisa memastikan subtipe virus tersebut, termasuk kemungkinan Influenza A (H3N2) subclade K.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor dr. Erna Nuraena menjelaskan, hasil pemeriksaan laboratorium yang tersedia baru menunjukkan positif Influenza tipe A. Pemeriksaan lanjutan diperlukan untuk menentukan subtipe virus, seperti A(H1N1) atau A(H3N2), termasuk kemungkinan subclade K.

“Perlu disampaikan bahwa hasil pemeriksaan yang tersedia menunjukkan Influenza tipe A. Penentuan subtipe, seperti A(H1N1) atau A(H3N2), termasuk kemungkinan subclade K, memerlukan pemeriksaan lanjutan,” jelas Erna dalam keterangan tertulis, Rabu, 14 Oktober 3026.

Karena itu, data yang ada belum bisa diartikan sebagai seluruh kasus tersebut merupakan Influenza A(H3N2) subclade K. Penentuan subtipe memerlukan pemeriksaan melalui laboratorium sentinel ILI-SARI yang ditunjuk Kementerian Kesehatan.

Berdasarkan pemantauan Dinkes Kota Bogor pada 1-13 Oktober 2026, terdapat 267 kasus positif Influenza A yang dilaporkan sembilan rumah sakit. Dari jumlah tersebut, 168 kasus berasal dari warga Kota Bogor, sedangkan 99 kasus lainnya berdomisili di luar Kota Bogor.

Untuk kasus yang berdomisili di Kota Bogor, laporan terbanyak berasal dari RS Azra dengan 45 kasus. Kemudian RS Siloam sebanyak 41 kasus dan RS PMI sebanyak 30 kasus.

Di sisi lain, Dinkes Kota Bogor juga memantau tren penyakit dengan gejala mirip influenza atau Influenza-Like Illness (ILI). Berdasarkan Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR), tercatat 148 kasus ILI pada minggu epidemiologi ke-38, meningkat menjadi 190 kasus pada minggu ke-39 dan 193 kasus pada minggu ke-40.

Erna menjelaskan, kenaikan kasus ILI tidak secara langsung menunjukkan peningkatan Influenza A(H3N2) atau subclade K. Sebab, ILI merupakan kumpulan gejala yang dapat disebabkan berbagai virus dan patogen saluran pernapasan.

“Peningkatan ILI tersebut tidak secara langsung menunjukkan peningkatan Influenza A(H3N2) atau subclade K, karena ILI merupakan sindrom klinis yang dapat disebabkan oleh berbagai virus dan patogen saluran pernapasan,” paparnya.

Untuk mengantisipasi perkembangan kasus, Dinkes Kota Bogor terus memantau laporan rumah sakit dan fasilitas pelayanan kesehatan. Pemantauan juga mencakup tren ILI, pneumonia, serta penyakit infeksi saluran pernapasan melalui SKDR.

Dinkes turut meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan klaster infeksi saluran pernapasan dan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat serta Kementerian Kesehatan untuk menindaklanjuti perkembangan kasus dan hasil pemeriksaan.

Masyarakat diimbau tetap tenang dan meningkatkan kewaspadaan. Warga yang mengalami batuk atau pilek dianjurkan menggunakan masker, menerapkan etika batuk dan bersin, serta rutin mencuci tangan menggunakan sabun atau hand sanitizer.

Masyarakat juga diminta menghindari kontak dekat dengan orang lain saat sakit, menjaga kebersihan dan ventilasi udara, serta beristirahat cukup. Jika gejala menetap, memburuk, atau membutuhkan pertolongan medis, warga diimbau segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat. (uma)

Editor : Eka Rahmawati
Influenza A bogor