Bogor Diguncang Gempa Dua Kali, BMKG: akibat Aktivitas Sesar Aktif

Muhamad Rifki Fauzan • Dipublikasikan Kamis, 15 Oktober 2026 | 20:23 WIB
Gempa bumi guncang Kota Bogor. Foto: BMKG
Gempa bumi guncang Kota Bogor. Foto: BMKG

RADAR BOGOR – Wilayah Bogor diguncang gempa bumi dua kali dalam waktu berdekatan pada Kamis (15/10/2026). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut gempa tersebut merupakan gempa dangkal yang dipicu aktivitas sesar aktif.

Berdasarkan hasil analisis BMKG, gempa pertama di Bogor tercatat terjadi pada pukul 17.49 WIB.

Episenter gempa berada di darat, BMKG mencatat sekitar 25 kilometer di utara wilayah Kabupaten Sukabumi, dengan kedalaman 9 kilometer.

Baca Juga: Kemenko Pangan Kawal Penanganan Karhutla di 4 Provinsi, Ribuan Hektare Lahan Jadi Prioritas

Tak lama berselang, gempa kedua terjadi dengan kekuatan magnitudo 4,1.

Episenternya juga berada di darat, sekitar 26 kilometer barat daya Kota Bogor, dengan kedalaman hanya 5 kilometer.

BMKG Sebut akibat Aktivitas Sesar Aktif

Plt. Kepala BBMKG Wilayah II Tangerang Ana Oktavia Setiowati menjelaskan, berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa tersebut termasuk kategori gempa bumi dangkal.

“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat aktivitas sesar aktif,” ujarnya.

Guncangan gempa dirasakan masyarakat di sejumlah wilayah Kabupaten Bogor dan Sukabumi dengan tingkat intensitas yang berbeda.

Getaran cukup kuat dirasakan di Pamijahan dan Kabandungan dengan intensitas mencapai skala IV MMI.

Baca Juga: Jelang Bansos PKH BPNT Tahap 4 2026, KPM Wajib Hindari 4 Hal Ini

Pada skala tersebut, getaran dapat dirasakan banyak orang di dalam rumah. Gerabah dapat pecah, sementara jendela, pintu, dan dinding dapat mengeluarkan bunyi akibat guncangan.

Sementara itu, wilayah Kalapanunggal, Leuwiliang, Cipeuteuy, Lengkong, dan Parakansalak merasakan getaran dengan intensitas III MMI.

Pada skala III MMI, getaran dirasakan nyata di dalam rumah dan terasa seakan-akan ada truk yang melintas.

Adapun di Palabuhanratu, Pabuaran, dan Cicantayan, gempa dirasakan pada skala II MMI. Getaran pada skala tersebut dapat dirasakan oleh beberapa orang dan menyebabkan benda-benda ringan yang digantung bergoyang.

Belum Ada Laporan Kerusakan

Baca Juga: Warga Bogor Catat, Ini Cara Merawat Roller CVT Motor Matic agar Tidak Cepat Aus

Meski guncangan dirasakan di sejumlah wilayah, hingga laporan disampaikan belum terdapat informasi mengenai kerusakan bangunan akibat gempa tersebut.

BMKG juga terus melakukan pemantauan terhadap aktivitas kegempaan setelah dua guncangan tersebut.

“Hingga pukul 18.40 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya satu aktivitas gempabumi susulan,” ungkap Ana.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kota Bogor Dimas Tiko mengatakan pihaknya juga belum menerima laporan mengenai dampak gempa di wilayah Kota Bogor.

Baca Juga: Dospulkam IPB University Belajar dari Kampung Adat Cirendeu, Siapkan Desa Wisata Talas Situgede

Warga diminta tetap tenang dan tidak panik, namun tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan.

“Belum ada laporan yang masuk (dampak). Segera laporkan ke Call Center BPBD Kota Bogor jika menemukan kerusakan bangunan,” jelas Dimas.

BPBD Kota Bogor akan terus memperbarui informasi mengenai perkembangan kondisi kebencanaan. Masyarakat juga diminta hanya mengikuti informasi dari kanal resmi untuk menghindari kabar yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

“Selalu perbarui informasi kebencanaan melalui kanal resmi BMKG dan BPBD Kota Bogor. Tetap utamakan keselamatan diri dan keluarga,” pungkasnya. (bay)

Editor : Rani Puspitasari Sinaga
bogor gempa bmkg