RADAR BOGOR – Kasus perselisihan yang melibatkan pegawai program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Bogor berbuntut panjang.
Kepala KPPG Bogor, Haidir, menyampaikan permohonan maaf atas kegaduhan yang terjadi setelah dua petugas SPPG asal Kabupaten Purwakarta terlibat perselisihan di lingkungan KPPG Bogor.
“Kami menyampaikan permohonan maaf kepada pimpinan, jajaran, serta seluruh masyarakat atas kegaduhan yang terjadi,” ujar Kepala KPPG Bogor saat ditemui di kantornya.
Baca Juga: Sempat Terdengar Teriakan, Ini Kronologi Perselisihan 2 Petugas SPPI di KPPG Bogor
Selain meminta maaf, KPPG Bogor juga tengah menyiapkan sanksi terhadap pihak yang terlibat. Haidir mengatakan, pihaknya telah memberikan teguran keras dan berkoordinasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN) untuk menentukan sanksi yang sesuai.
“Kami telah menegur keras yang bersangkutan dan berkoordinasi dengan pimpinan untuk menentukan langkah serta sanksi yang akan dijatuhkan,” jelasnya.
Haidir menegaskan, tindakan kekerasan tidak dapat dibenarkan dalam kondisi apa pun. Terlebih, kejadian tersebut berlangsung di lingkungan kerja yang seharusnya menjadi tempat menjalankan tugas secara profesional.
Baca Juga: Hipnotis Digital: Penipu Tak Perlu Membobol Rekening
Menurutnya, insiden tersebut menjadi bahan evaluasi bagi KPPG Bogor untuk memperbaiki pengawasan terhadap operasional SPPG.
Ke depan, pengawasan terhadap dapur-dapur SPPG yang berada di bawah pemantauan KPPG Bogor akan diperketat. Pengawasan tersebut juga mencakup SPPG yang berada di wilayah Kabupaten Purwakarta.
“Kami akan memperketat pengawasan dan mengontrol seluruh dapur SPPG, termasuk yang berada di Purwakarta,” pungkas Haidir.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga