Gelar MAPABA Raya 2026, PMII UIKA Bogor Dorong Mahasiswa Adaptif dan Kritis

Muhamad Rifki Fauzan • Dipublikasikan Senin, 19 Oktober 2026 | 09:30 WIB
Kegiatan Mapaba PMII UIKA Bogor. (Foto : PMII for Radar Bogor)
Kegiatan Mapaba PMII UIKA Bogor. (Foto : PMII for Radar Bogor)

RADAR BOGOR – Pengurus Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia atau PMII UIKA Bogor menggelar Masa Penerimaan Anggota Baru (MAPABA) Raya hingga Minggu 18 Oktober 2026.

Kegiatan ini menjadi langkah strategis PMII UIKA Bogor untuk memperkuat kaderisasi sekaligus membangun karakter mahasiswa yang kritis dan adaptif menghadapi perkembangan teknologi digital.

Mengusung tema “Reaktualisasi Nilai Pergerakan sebagai Navigasi Era Digitalisasi”, MAPABA Raya tersebut mendapat sambutan antusias dari mahasiswa baru UIKA Bogor.

Kegiatan ini tidak sekadar menjadi agenda penerimaan anggota baru, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran untuk menanamkan nilai-nilai pergerakan, memperkuat intelektualitas, serta membangun kesadaran kritis di kalangan mahasiswa.

Melalui proses kaderisasi tersebut, PMII UIKA Bogor berupaya mendorong lahirnya generasi mahasiswa yang memiliki karakter kuat, wawasan luas, dan mampu mengambil peran dalam menjawab berbagai tantangan zaman.

Ketua PMII UIKA Bogor, Rapli, mengatakan kaderisasi merupakan fondasi penting untuk menjaga keberlangsungan organisasi sekaligus memastikan nilai-nilai perjuangan tetap diwariskan kepada generasi berikutnya.

Baca Juga: Peluang Dean Zandbergen Bela Timnas Indonesia Sulit, John Herdman Ungkap Kendalanya

“Di tengah perubahan zaman, kader PMII dituntut tidak hanya beradaptasi pada teknologi, tetapi tetap berpegang teguh pada nilai keislaman, keindonesiaan,” ujarnya.

Menurut Rapli, tema yang diangkat dalam MAPABA Raya tahun ini menekankan pentingnya menyikapi digitalisasi secara kritis dan bijaksana.

Ia menilai teknologi tidak seharusnya hanya digunakan untuk mengonsumsi informasi, tetapi juga perlu dimanfaatkan sebagai sarana untuk meningkatkan kapasitas intelektual dan memperluas kontribusi mahasiswa.

“Tapi harus dimanfaatkan sebagai instrumen pengembangan intelektualitas, perluasan gerakan, serta penguatan kontribusi mahasiswa,” terang Rapli.

Ia berharap pelaksanaan MAPABA Raya dapat memperkuat peran Pengurus Komisariat (PK) PMII UIKA Bogor dalam mencetak kader yang mampu mengikuti perkembangan zaman tanpa meninggalkan prinsip dan nilai dasar pergerakan.

Selain adaptif terhadap teknologi, kader PMII diharapkan memiliki kemampuan analisis yang tajam serta mampu menjadikan nilai-nilai pergerakan sebagai pedoman dalam menghadapi berbagai persoalan di era digital.

“Memiliki ketajaman analisis, serta mampu menjadikan nilai-nilai pergerakan sebagai kompas dalam menghadapi berbagai tantangan di era digital,” ucapnya.

Rapli menegaskan, kaderisasi menjadi bagian penting dalam menjaga kesinambungan perjuangan organisasi.

Nilai-nilai pergerakan harus tetap menjadi landasan bagi kader dalam menjalankan pengabdian, baik di lingkungan kampus maupun di tengah masyarakat.

“Teknologi boleh berkembang, zaman boleh berubah, tetapi idealisme dan keberpihakan kepada masyarakat tidak boleh kehilangan arah,” terang Rapli.

Baca Juga: ARB Saham Turun Jadi 7 Persen, Ini Aturan Baru BEI hingga Akhir 2026

Sementara itu, Ketua Cabang PMII Kota Bogor, Toni Al Fazri, turut mengapresiasi keberhasilan pelaksanaan MAPABA Raya PMII UIKA Bogor tahun ini.

Ia berharap para kader baru tidak hanya bersemangat selama mengikuti proses penerimaan anggota, tetapi juga konsisten menjalani tahapan kaderisasi dan berkontribusi secara berkelanjutan.

Menurutnya, PMII memiliki peran penting dalam menghidupkan ruang-ruang intelektualitas, baik di lingkungan perguruan tinggi maupun di tengah masyarakat.

“Tidak hanya saat Mapaba saja. Tapi saya berharap PMII bisa terus berkontribusi dalam mengisi ruang-ruang intelektualitas di dalam kampus atau di masyarakat,” pungkasnya. (bay)

Editor : Yosep Awaludin
kaderisasi uika bogor pmii