RADAR BOGOR- Oseng teri krenyes, bakwan udang yang endut, hingga semur jengkol sedap khas Sunda ala rumahan Bu Haji Kuntum Nursery ini rasanya memang raos pisan.
Disajikan di tempat terbuka dengan pemandangan kolam ikan, semilir angin dan rindangnya pepohonan, dijamin membuat selera makan makin bertambah!
Mungkin makanan khas Sunda ala rumahan bukanlah menu favorit yang Anda cari jika berkunjung ke Bogor. Ya, tak heran karena hidangan tersebut bisa dijumpai dimana saja.
Tetapi lain halnya dengan saya dan teman-teman yang memang berniat ke Bogor untuk melepas rindu oseng teri dan oncom leunca di dapur Sunda Bu Haji yang ada di Kuntum Nursery.
Kuntum Nursery sendiri berlokasi tak jauh dari pusat tas Kota Bogor alias Tajur, Kecamatan Bogor Timur.
Dimana tempat ini sebenarnya merupakan sebuah pusat penjulan tanaman hias, karena itu namanya Kuntum Nursery.
Selain itu juga terdapat tempat pemancingan berupa kolam yang dikelilingi oleh deretan tempat makan. Salah satunya yaitu dapur Sunda Bu Haji menjadi incaran.
Konon nama warung sendiri berasal dari nama sang pemilik yaitu Bu Haji Achmad, letaknya di bagian depan tepatnya di belakang kopi Nako Kuntum Nursery.
Setiba disana sebaiknya sebelum atau sesudah jam makan siang telah terlewat, hingga tak perlu duduk berdesakan dan antri dengan para pengunjung yang biasanya ramai saat makan siang.
Uniknya tanpa harus memesan lebih dahulu, beragam hidangan yang membuat terbit air liur telah tersaji di atas meja.
Ada oseng teri, oncom leunca, pepes jamur dan tahu, belut goreng, tahu tempe, sambal mentah dan tak ketinggalan semur jengkol tentunya.
Tapi khusus ayam goreng harus dipesan lebih dulu, tidak ready di meja seperti menu lainnya.
Perut yang tengah lapar tidak membuat membuang waktu. Piring yang tadinya hanya berisi nasi putih hangat, kini penuh ditambahi dengan aneka lauk pauk.
Oseng teri yang asin, agak manis dan pedas ini memang selalu menjadi favorit saya dan teman-teman.
Meskipun terinya bukan teri jengki, melainkan teri basah yang digoreng kering sehingga terasa kres kres ketika dikunyah.
Hmm... pokoknya renyah abis!. Hidangan favorit yang lain adalah oncom yang dimasak bersama leunca yang bisa dibilang sebagai hidangan ala 'kampung'.
Walapun begitu rasanya hmm penuh sensasi. Leuncanya masih hijau menyala, renyah dan kres-kres saat dikunyah.
Meski hanya dipadukan dengan nasi putih dan sambal mentah Bu Haji, keringat pun sudah mengalir berlelehan di dahi, hidung sampai leher. Rasanya segelas es teh manis untuk peredam pedasnya sambal ini tak pernah cukup.
Ya, walaupun tampak seperti hidangan ala rumahan biasa masakan racikan Bu Haji ini terasa lebih nikmat ketika disantap bersama-sama.
Hidangan yang tak kalah menggoda adalah bakwan endut yang penuh berisi udang, hmm... nyam nyam! O ya, kalau pencinta 'jengki' jangan lewatkan juga semur jengkol racikan Bu Haji.
Semua hidangan tersebut disajikan ala prasmanan, hingga dapat dinikmati sepuasnya. Cara pembayarannya pun cukup dengan menyebutkan apa saja yang kita makan kepada si pelayan.
Nah, kapan-kapan kalau ke Bogor dan ingin merasakan nikmatnya bersantap sambil melepas stress. Rasanya Kuntum Nursery ini layak dijadikan alternatif pilihan.
Sambil melihat koleksi anthurium, eforbia, aneka sansivera,adenium, atau teratai perutpun ikut kenyang. Pokoknya perut kenyang, hatipun senang!. (mer)
Editor : Alpin.