Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Benarkah Pengidap Darah Tinggi Dilarang Makan Daging Kambing? Begini Faktanya

Yosep Awaludin • Senin, 17 Juni 2024 | 04:53 WIB
Ilustrasi daging kambing
Ilustrasi daging kambing

RADAR BOGOR - Saat perayaan Hari Raya Idul Adha, konsumsi daging kambing menjadi tradisi. Sebagian orang menghindari makan daging kambing karena mitos bahwa itu dapat menyebabkan darah tinggi.

Namun, mitos tentang kesehatan yang tersebar luas kadang-kadang tidak akurat secara medis. Daging kambing yang diolah dengan salah dapat menyebabkan darah tinggi.

Selain itu, mengonsumsinya dengan hati-hati memiliki banyak manfaat kesehatan. Penjelasan lebih lanjut dapat ditemukan di sini.

Anggapan bahwa pengidap darah tinggi tidak boleh makan daging kambing tidak benar; kolesterol dalam daging kambing tidak setinggi kolesterol dalam daging ayam dan sapi.

Dagang kambing juga mengandung kalsium, yang membantu menjaga kesehatan gigi dan tulang, zat besi, yang membantu membentuk sel darah merah, dan protein yang baik untuk menjaga daya tahan tubuh.

Mengolah daging kambing dengan benar memiliki banyak manfaat. Jika tidak, daging kambing akan mengalami peningkatan kolesterol karena proses pemasakan yang salah.

Akibatnya, orang yang memiliki darah tinggi mengonsumsinya mengalami peningkatan kolesterol dalam tubuh mereka, yang membuatnya menjadi sangat berbahaya.

Apa yang Harus Anda Ketahui Sebelum Mengolah Daging Kambing

Adakah hal-hal yang perlu diperhatikan saat mengolah daging kambing agar hasilnya optimal? Ada jawabannya.

Dikutip dari halodoc.com berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan :

- Jangan memasak daging kambing pada suhu lebih tinggi dari 250 Celsius karena akan merusak nutrisi dalam daging.

- Perhatikan cara mengolahnya kambing. Jangan bakar atau goreng kambing agar kolesterolnya tidak meningkat.

- Selama proses memasak, jangan gunakan jika Anda memiliki tekanan darah tinggi agar aman. Cara terbaik untuk memasak adalah dengan mengukus atau merebus.

Hal ini dapat menyebabkan kadar kolesterol dalam daging kambing meningkat. Untuk menghilangkan bau amis, campurkan potongan mentimun di atas daging dan biarkan beberapa saat.

Oleh karena itu, anggapan bahwa orang dengan darah tinggi tidak boleh makan daging kambing tidak benar.

Pengidap darah tinggi tetap dapat menikmati daging kambing, asalkan diproses dengan benar dan dikonsumsi dalam takaran yang tepat. Perhatikan untuk tidak mengonsumsi lebih dari 90 gram setiap hari.

Ternyata itu hanya mitos bahwa orang dengan darah tinggi tidak boleh makan daging kambing. Semuanya bergantung pada proses pengolahan, jumlah daging yang dikonsumsi, dan tingkat kesehatan diri masing-masing. (***)

Editor : Yosep Awaludin
#daging kambing #darah tinggi #idul adha