RADAR BOGOR - Warga Bogor penggemar kuliner berkuah, sesekali bisa mencoba Bakso Jendes yang viral sejak 2019 dengan porsi super banyak dan harga bersahabat.
Setiap pembeli melayani dirinya sendiri saat beli Bakso Jendes, mulai dari ambil mie, bihun, sayuran, bakso, sambal.
Pegawai Bakso Jendes hanya mengawasi dan memberikan mangkuk ke pembeli untuk self service.
Konsep dari kedai Bakso Jendes ini mirip all you can eat, tapi tetap ada batasannya.
Setiap satu orang pembeli hanya boleh maksimal ambil 3 centong.
Dikutip dari kanal YouTube KUBILER, yang dilansir pada 10 Desember 2024, setiap centong bebas jumlah pcs baksonya.
Asalkan saat memasukkan ke dalam kantong, jangan sampai jatuh, karena jika ada satu bakso yang terjatuh, otomatis tidak termasuk kedalam hitungan.
Meskipun ketentuan tiga centong, kalau pada centong kesatu atau kedua ada yang jatuh, maka pembeli hanya berhak sejumlah bakso yang berhasil dimasukkan dalam mangkok.
Bakso Jendes ini sejak tahun 2019 sampai 2024 selalu dibanjiri pengunjung.
Harga satu mangkok yang berisi lebih dari 15 bakso ukuran sedang hanya Rp15 ribu, yang harus dihabiskan di tempat, dan jika ada sisa akan dikenakan denda Rp15 ribu.
Sehingga banyak pelanggan yang bisa memprediksi sendiri berapa pcs bakso dapat habis, meski ketentuannya tiga centong.
Bahkan, ada yang hanya ambil bakso sama kuah saja tanpa tambahan mie, bihun maupun sayuran daripada gak bisa menghabiskan.
Umumnya pembeli membayar Rp20 ribu, sekaligus minum, dengan rincian harga semangkuk bakso Rp15 ribu, minuman Rp5 ribu, masih tergolong hemat.
Cita rasa kuah bening sangat enak, gurih bercampur sempurna dengan kaldu,bawang putih serta bumbu rahasia lainnya.
Begitu juga dengan baksonya, tekstur lembut, gak keras, gurih, bikin nagih, memang satu sampai tiga pcs gak cukup.
Sebagai tambahan informasi, nama bakso pakai kata jendes bukan berarti janda, tapi jajanan gemes. Nama Bakso Jendes ini Unik sekali bukan idenya.
Kedai Bakso Jendes viral ini buka setiap hari, beralamatkan Jalan Kp.Kb.Jejalenjaya, Kecamatan Tambun Utara, Kabupaten Bekasi.***
Editor : Halimatu Sadiah