RADAR BOGOR - Siomay Nyi Iteung BSD yang sudah aktif berjualan selama 15 tahun, sampai saat ini masih diburu banyak orang, karena rasa otentik, tekstur gak pernah berubah.
Dari awal buka Siomay Nyi Iteung BSD gak pernah punya cabang, bahkan lokasi tetap sama, hanya saja jualannya memang nyempil di garasi rumah super mewah.
Uniknya lagi, camilan sehat yang satu ini terdeteksi google, tapi gak ada sama sekali papan nama besar bertuliskan Siomay Nyi Iteung BSD.
Dikutip dari kanal YouTube Serba Serbi Capriani pada (17/12/2024), penunjuk lokasi hanya spanduk kotak terpasang di salah satu sisi pagar rumah.
Meskipun begitu setiap hari gak pernah sepi, ibaratnya jam sepuluh pagi saja, penjual terlihat sibuk, melayani pesanan pembeli yang take away.
Setiap satu orang pembeli bisa pesan lima belas sampai dua puluh porsi, maka tidak mengherankan sebelum jam tutup yaitu pukul satu siang, siomay pasti sold out.
Kalau mau cari aman sih datang waktu awal-awal buka sekitar pukul delapan pagi, setiap hari berjualan gak ada libur.
Satu wadah biasanya terdiri dari siomay, tahu, kentang, kol, pare. Masing-masing harganya Rp3 ribu per pcs.
Harga tersebut termasuk murah, karena rasa, tekstur siomay serta bumbunya sangat enak, sensasi gurih terasa, gak bau amis sama sekali.
Padahal bahan utamanya adalah 100 persen asli ikan tenggiri, tapi rasa ikannya memang auto terasa banget di lidah. Selain itu perpaduan dengan tepung sangat balance.
Sehingga waktu pembeli makan siomay bareng bumbu kacang, perasan jeruk limau, kecap, serta saus sambal, rasanya benar-benar ngeblend, gak ada yang over power.
Ketika masuk ke mulut itu pedas, manis, gurih, asam sempurna banget, satu porsi belum cukup, biasanya banyak pembeli nambah tapi dibungkus.
Uniknya lagi pemilihan nama brand siomay yakni Nyi Iteung bukan tanpa sebab, hal itu sebagai ciri khas kuliner asli Jawa Barat.
Sebab Nyi Iteung sendiri menurut cerita rakyat Jawa tidak lain adalah istri dari Kabayan.
Kedai hidden gem Siomay Nyi Iteung BSD ini lokasinya di Jalan Ciater Raya No.H4/5, Sektor 1.1 BSD, Serpong, Tangerang Selatan.***
Editor : Halimatu Sadiah