Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Fenomena Kuliner Viral: Ini Deretan Tempat Makan yang Pernah Hits Kini Meredup

Fadil Ma'ruf • Rabu, 18 Desember 2024 | 13:57 WIB

Ilustrasi suasana di tempat kuliner yang sempat viral.
Ilustrasi suasana di tempat kuliner yang sempat viral.

RADAR BOGOR - Di era media sosial, tren kuliner dapat melesat secepat kilat, mengubah nasib sebuah warung sederhana menjadi destinasi populer hanya dalam hitungan hari. 

Ulasan dari seorang influencer atau konten unik bisa mendatangkan antrean panjang dan perhatian publik yang luar biasa. 

Namun, kenyataan menunjukkan bahwa popularitas yang diraih lewat viralitas sering kali tidak bertahan lama. 

Baca Juga: Laga Penentu Timnas Indonesia vs Filipina di Grup B Piala AFF 2024: Prediksi Line Up dan Analisis

Dikutip dari Youtube 10 BEST ID, saat tren memudar, banyak tempat makan yang pernah berjaya justru kehilangan daya tariknya. 

Apakah ini akibat kegagalan beradaptasi atau sekadar hilangnya ‘magis’ dari fenomena viral?

Berikut lima tempat makan yang pernah menjadi bintang media sosial, tetapi kini tak lagi sepopuler dulu.

1. Odading Mang Oleh: "Rasanya Seperti Jadi Iron Man"

Siapa yang tidak kenal dengan odading Mang Oleh? Pada 2020, video ikonik Ade Londok yang memperkenalkan odading ini dengan gaya humoris membuat warung kecil di Jalan Baranangsiang, Bandung, menjadi sorotan nasional. 

Baca Juga: Kisah Toko Mega Segar: Fashion Legendaris di Bogor yang Bertahan Sejak Zaman Jepang dan Sejarah di Balik Atap Anyaman Bambu

Antrean panjang pembeli mengular, bahkan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil ketika itu turut mampir untuk mencicipi roti manis ini. Namun, setelah masa viral berlalu, suasana berubah. 

Warung ini kini tidak lagi dipadati pengunjung seperti dulu. Rumor kebangkrutan sempat beredar, tetapi keluarga Mang Oleh membantahnya. Meskipun kini lebih sepi, mereka tetap bertahan dengan pelanggan setia. 

Baca Juga: Kampung Ciburuy: Asal-usul Kampung Bule di Garut dengan Segala Keunikannya

Kisah ini menjadi pelajaran penting tentang bagaimana viralitas bisa menjadi pedang bermata dua jika tidak dikelola dengan strategi jangka panjang.

2. Pangsit Legino: Dari Antrean 2 Minggu ke Pemesanan Online

Pangsit Legino di Cengkareng Timur, Jakarta, sempat menjadi magnet kuliner pada 2020. 

Pangsit tumis dengan bumbu manis gurih ini membuat banyak orang rela menunggu hingga 2 minggu hanya untuk mencicipinya. 

Video dari seorang YouTuber makanan menjadi pemantik utama viralitas tempat makan sederhana ini.

Tiga tahun berlalu, antrean panjang itu kini tinggal kenangan. 

Baca Juga: Daftar Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2025 Berdasarkan SKB 3 Menteri, Buruan Cek di Sini

Meski masih memiliki pelanggan setia, sebagian besar memilih memesan lewat aplikasi online. 

Pergeseran ini menunjukkan bagaimana preferensi konsumen berubah, dari pengalaman langsung menjadi kepraktisan.

3. Bakso Adam: Antrean Panjang yang Kini Tinggal Kenangan

Pada 2018, Bakso Adam di kawasan Glodok, Jakarta, menjadi fenomena. 

Dengan gerobak sederhana, bakso urat dan gepeng ini menarik antrean panjang yang bahkan bisa mencapai 3 jam. 

Baca Juga: Luis Situhiang Camping Ground: Surga Camping di Pamijahan Bogor, Rekomendasi Liburan Akhir Tahun

Banyak yang rela menunggu demi menikmati semangkuk bakso yang legendaris.

Namun, seperti kisah lainnya, popularitas ini tidak bertahan lama. 

Kini, pelanggan hanya butuh waktu 10–15 menit untuk mendapatkan pesanan. 

Faktor seperti meningkatnya pesaing dan preferensi konsumen yang berubah menjadi tantangan besar bagi Bakso Adam untuk tetap relevan.

4. Geprek Bensu: Dari Primadona hingga Kehilangan Sentuhan

Didirikan oleh Ruben Onsu pada 2017, Geprek Bensu sempat menjadi raja ayam geprek. 

Dengan ekspansi hingga Malaysia dan Hong Kong, gerainya selalu dipenuhi antrian. 

Namun, popularitas ini perlahan memudar.

Menurut Jordi Onsu, tantangan utama berasal dari pengelolaan SDM, terutama generasi muda yang sulit beradaptasi dengan budaya kerja yang ada. 

Baca Juga: Sisi Lain di Balik Keindahan Kebun Raya Bogor: Kuburan Belanda hingga Danau Gunting

Kini, Geprek Bensu fokus pada produk frozen food dan camilan yang dipasarkan online. 

Namun, mempertahankan relevansi tetap menjadi pekerjaan rumah besar di tengah persaingan ketat.

5. Ngikan: Fish and Chips ala Indonesia yang Kehilangan Momentum

Pada 2019, bisnis kuliner Ngikan yang dipopulerkan oleh selebgram Rachel Vennya menjadi hit besar. 

Dengan konsep fish and chips rasa lokal, Ngikan sukses menarik antrian panjang di setiap gerainya. 

Namun, setelah lima tahun beroperasi, situasi berubah.  Banyak cabang tutup, dan gerai yang tersisa tak lagi seramai dulu.

Perubahan perilaku konsumen menjadi salah satu faktor utama. 

Baca Juga: Mie Ayam Apollo, Menikmati CIta Rasa Kuliner Legendaris di Bogor dengan Harga Mulai Rp20 Ribuan

Kini, orang lebih memilih kenyamanan berbelanja online dibanding makan di luar, membuat restoran ini kesulitan mempertahankan momentumnya.

Kisah-kisah ini mengajarkan kita bahwa viralitas di media sosial memang bisa membawa kesuksesan instan, tetapi tidak cukup untuk menjaga bisnis bertahan lama. 

Inovasi, adaptasi, dan konsistensi adalah kunci agar sebuah bisnis tetap relevan. 

Dunia kuliner terus berubah, dan hanya mereka yang memahami kebutuhan pasar yang akan bertahan di tengah persaingan yang semakin ketat.

Jadi, saat tempat makan viral berikutnya muncul di linimasa Anda, ingatlah bahwa perjalanan suksesnya mungkin jauh lebih kompleks daripada sekadar antrian panjang yang terlihat.

Editor : Lucky Lukman Nul Hakim
#kuliner viral