RADAR BOGOR — Lebih dari 45 tahun berdiri, kuliner warung ayam goreng ini tetap eksis dan bahkan sanggup menjual lebih dari 350 ekor ayam setiap harinya.
Berlokasi di Jalan Pahlawan Nomor 43, Kota Bogor, kuliner legendaris ini kerap muncul di berbagai acara televisi hingga diulas para food vlogger ternama.
Sejak 1979, cita rasa khasnya sudah menggoyang lidah para pecinta kuliner. Warung tersebut yaitu Warung Ayam Doyong 1.
Jadi, apa rahasia di balik ramainya Warung Ayam Doyong 1?
1. Ayam Serundeng, Menu Paling Diburu
Pemilik Warung Ayam Doyong 1, Ibu Yuniawati, bercerita bahwa awalnya ia hanya menjual ayam goreng biasa.
Namun seiring waktu, ia menambahkan berbagai lauk khas Sunda sebagai pendamping menu utama.
Tujuannya sederhana: biar pembeli nggak bosan dan tetap balik lagi. Strategi ini terbukti jitu, karena warungnya justru makin ramai dari hari ke hari.
2. Racikan Bumbu Kuno yang Bikin Nagih
Kelezatan ayam goreng Doyong nggak lepas dari racikan bumbu lawas—salah satunya kecombrang yang jadi senjata rahasia.
Campuran lengkuas, serai, dan serundengnya benar-benar bikin nagih.
Menariknya lagi, sistem penyajian juga mengalami upgrade: dari made to order jadi konsep prasmanan.
Nggak heran, tempat ini makin diserbu karena makin praktis tapi tetap lezat.
3. Harga Naik Tipis, Tetap Worth It!
Buka setiap hari dari pukul 08.00 sampai 14.00 (tutup tiap Senin), menu di warung ini ludes dalam hitungan jam.
Dulu, satu porsi ayam dihargai Rp4.000 saja. Kini, karena inflasi, harganya naik jadi Rp18.000
Tapi jangan khawatir—rasa dan porsi tetap memuaskan, makanya pelanggan tetap setia beli meski harga naik tipis.
4. Masakan Sunda yang Rasanya Juara
Area prasmanan yang luas bikin suasana makin nyaman, apalagi pembeli jadi nggak harus antre lama.
Ada sekitar 20 pilihan masakan Sunda yang disajikan dengan higienis dan menggoda.
Plus, sambal dan teh tawar hangat bisa dinikmati sepuasnya, gratis pula. Benar-benar paket komplit!
Warung Ayam Doyong 1 punya keunikan tersendiri dibanding warung ayam goreng lainnya.
Selain bumbu rahasianya yang nendang, harganya juga tetap ramah di kantong.
Buat sobat Radar Bogor yang penasaran, mending datang pagi-pagi sebelum jam 11 siang—karena sejak buka, warung ini udah diserbu pembeli yang pengen sarapan rame-rame.***
Editor : Eli Kustiyawati