RADAR BOGOR - Di kawasan Jalan C4, Kelurahan Bubulak, Kecamatan Bogor Tengah, ada tempat kuliner unik buka 24 jam.
Kuliner ini menyajikan makanan khas Bogor bernama doclang, yang ramai diburu pembeli sepanjang hari.
Pemilik warung di Bogor ini, Bapak Rahmat, mengatakan bahwa kuliner doclang ini bisa laku hingga 300 porsi dalam sehari.
Warung Doclang atau Doclang 405, berlokasi di depan Pasar Depris, Bogor Tengah, Kota Bogor.
Nama 405 diambil dari pemilik pertama, Haji AOS, yang sudah jualan sejak tahun 1982 silam.
Operasional warung dibagi menjadi tiga shift, dari pagi, siang, hingga malam tanpa pernah tutup.
Doclang sendiri berisi ketupat, tahu, kentang, dan telur, disiram dengan bumbu kacang kental khas Bogor.
Bumbu kacang doclang ini terasa kental dan gurih, berbeda dengan ketoprak yang menggunakan bihun.
Saat Ramadan, warung tetap buka, namun mulai beroperasi dari sore hari hingga waktu sahur tiba.
Harga seporsi doclang dengan telur sangat terjangkau, hanya Rp14.000 saja untuk satu porsi lengkap.
Kalau tanpa telur, seporsinya dibanderol Rp11.000 saja, cocok buat sarapan atau makan malam ringan.
Selain makan di tempat, pelanggan juga bisa memesan lewat aplikasi ojek online seperti GoFood dan GrabFood.
Menurut Bapak Rahmat, satu hari bisa menghabiskan hingga 300 lontong yang dibuat khusus untuk doclang.
Sensasi makan doclang terasa mantap, bumbunya medok, dengan tekstur ketupat dan kentang yang lembut.
Banyak pelanggan pertama kali mencoba doclang ini merasa puas dan memberikan nilai 8 dari 10.
Kalau ke Bogor, jangan cuma coba roti unyil, sempatkan mampir mencicipi doclang khas ini juga ya!
Tempat ini cocok buat sarapan pagi, makan malam, atau ngisi perut di tengah malam yang sepi.
Kalau lagi jalan-jalan ke Bogor, catat lokasi Doclang 405 ini di Google Maps kalian ya.
Lokasi tepatnya kuliner doclang ini ada di Jl. Veteran, RT.03/RW.04, Panaragan, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Jawa Barat 16125
Doclang 405, kuliner legendaris Bogor, siap memanjakan lidah kalian kapan pun kalian mau!***
Editor : Eli Kustiyawati