RADAR BOGOR — Kalau kamu pikir bisnis kuliner harus heboh dan tampil di mana-mana, coba lirik Ayam Nagih.
Usahanya diam-diam jalan, tapi larisnya bukan main. Sang owner Ayam Nagih lebih memilih berada di balik layar, tapi ayam gepreknya justru jadi bahan obrolan banyak orang.
Berikut beberapa fakta unik Ayam Nagih di Jakarta berdasarkan hasil wawancara dari salah satu video di kanal YouTube Boengkoes:
1. Awal Mula yang Bikin Penasaran
Pemilik usaha, Kak Nana, mengaku sudah menjalankan Ayam Nagih selama tujuh tahun dengan pendekatan yang cukup unik.
Sebagai seorang introvert, ia menghindari interaksi langsung dengan pembeli dan memilih sistem intercom yang mirip drive-thru dan ditempel di dinding.
Makanan akan diturunkan dari lantai dua menggunakan keranjang besi.
Dulu cuma ada satu-dua pembeli, tapi sekarang? Jangan kaget kalau harus antre, karena banyak yang rela nunggu demi ayam geprek racikan Kak Nana.
2. Pilihan Menu yang Bikin Laper Mata
Menunya bervariasi, tinggal pilih yang paling sesuai selera kamu.
A. Geprek Nagih Series
- Geprek Normal – Rp23.000
- Geprek Upnormal – Rp25.500
- Geprek XL – Rp28.000
- Geprek Mozza – Rp26.000
- Geprek Gils – Rp28.000
B. Sambal Nagih Series
- Sambal Cakalang – Rp37.000
- Sambal Bawang – Rp35.000
- Sambal Matah – Rp35.000
- Sambal Terasi – Rp35.000
- Sambal Cumi – Rp37.000
- Sambal Cabe Ijo – Rp37.000
- Sambal Roa – Rp37.000
Catatan: Pemesanan hanya bisa dilakukan via take away, ya! Pembayaran bisa pakai tunai atau QRIS, tinggal pilih.
3. Lokasinya Masih Hidden Gem Banget!
Berlokasi di Jl. Marabahan No. 8, Cideng, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat, Ayam Nagih buka setiap hari dari pukul 08.00–20.00 WIB.
Walaupun beroperasi di rumah pribadi, sistemnya tetap rapi dan profesional.
Kak Nana juga dibantu beberapa karyawan dalam menangani pesanan, memasak, hingga proses pembayaran.
Tertutup dari interaksi, tapi terbuka untuk pelayanan terbaik.
4. Review Jujur dari Para Pembeli
Banyak yang bilang ayam geprek di sini beda dari yang lain.
Selain pakai daging dada ayam yang empuk dan juicy, rasanya juga pas banget—nggak terlalu pedas, tapi tetap nampol.
Disajikan dengan nasi hangat dan dikemas dalam box khusus, bikin makin meyakinkan kualitasnya. Simpel, bersih, dan tetap menggugah selera!
5. Promosi Kalem tapi Tepat Sasaran
Meski sang owner jarang muncul, promosi tetap jalan lewat media sosial.
Kak Nana aktif memanfaatkan review pelanggan dan rating untuk membangun kepercayaan konsumen baru.
Konsistensi dalam rasa dan pelayanan membuat bisnis ini tetap stabil meski sempat naik turun.
Sekarang, Ayam Nagih jadi sumber rezeki utama yang nggak cuma menghidupi keluarga, tapi juga membuka lapangan kerja.
Ayam Nagih mengusung konsep drive-thru rumahan yang ramah untuk para introvert—komunikasi cukup lewat intercom, tanpa tatap muka.
Sistemnya rapi, pelayanannya praktis, dan makanannya tetap juara.
Meski tanpa meja makan dan ruang dine-in, racikan ayam gepreknya tetap jadi magnet bagi pembeli setia.
Restoran tanpa interface ini bahkan sempat viral dan jadi bahan perbincangan di media sosial.
Buat sobat Radar Bogor yang penasaran dengan Ayam Nagih, langsung aja meluncur ke Jl. Marabahan No. 8, Cideng, Jakarta Pusat.***
Editor : Eli Kustiyawati