RADAR BOGOR — Spot kuliner Kopi Oey milik food vlogger legendaris Indonesia, mendiang Bondan Winarno, kembali mencuri perhatian.
Meski sudah berdiri hampir dua dekade, restoran Kopi Oey di Jakarta ini tetap ramai pengunjung.
Terletak di Jalan Sabah dan buka 24 jam, Kopi Oey ini menghadirkan suasana tempo dulu dengan sentuhan khas Pecinan dan Indo-Belanda yang unik.
Baca Juga: Ayam Nagih: Usaha Kuliner Ala Introvert di Jakarta yang Viral meski Tanpa Interaksi dan Tempat Makan
Begitu masuk ke dalam Kopi Oey, pengunjung disambut dengan nuansa jadul yang hangat.
Tersedia area smoking dan non-smoking yang cukup luas dan nyaman, cocok untuk sekadar nongkrong santai atau rapat santai.
Restoran ini tak hanya mengandalkan nuansa nostalgia, tapi juga kekayaan menu yang ditawarkan.
Baca Juga: Liburan Seru di Kopi Tepian Sentul: Ngopi Santai Sambil Nikmati Suasana Alam
1. Dari Kopitiam ke Kopi Oey: Awal Mula Perjalanan Rasa
Didirikan pada tahun 2009 oleh Bondan Winarno, usaha ini awalnya bernama Kopitiam Oey.
Namun karena pertimbangan legalitas merek dagang, nama tersebut kemudian diganti menjadi Kopi Oey.
Baca Juga: Hidden Gem Kuliner di Kota Bogor: Seblak Prasmanan dalam Gang yang Pedasnya Bikin Nagih
Popularitas Bondan sebagai figur kuliner yang dikenal luas lewat layar kaca ikut memperkuat branding usaha ini.
Dengan kerja keras, strategi promosi yang jitu, dan konsistensi menjaga kualitas rasa dan pelayanan, Kopi Oey tumbuh menjadi tempat makan favorit lintas generasi.
2. Menu Jadul yang Bikin Lapar Mata dan Dompet Aman
Baca Juga: Sebentar Lagi Idul Adha, Berikut Ide Menu Olahan Daging Kurban yang Sederhana, Enak, dan Tahan Lama
Menunya tampil unik dengan gaya ejaan lama seperti “Nasi Tjaptjai” dan “Koffie Tubruk.”
Ini bukan sekadar gimmick, tapi bagian dari upaya menghadirkan pengalaman makan bernuansa nostalgia.
Mulai dari nasi goreng, mie khas, soto, hingga minuman non-kopi dan kudapan khas tempo dulu semuanya menggugah selera.
Harganya pun ramah kantong, cocok untuk makan santai tanpa bikin dompet menjerit.
3. Dari Jakarta Merambah ke Kota-Kota Lain
Karena respons pasar yang positif, usaha ini pun berkembang. Kini cabangnya sudah merambah ke luar Jakarta seperti Bogor, Purwokerto, hingga Pekanbaru.
Baca Juga: Udang Keju Gacoan, Cemilan Lumer Gurih yang Bikin Nagih Setiap Gigitan, Yuk Kepoin Resepnya
Keberhasilan ini tak lepas dari manajemen yang solid, budaya kerja yang jujur, dan daya saing rasa yang otentik.
Tak heran bila dalam jangka panjang, Kopi Oey punya potensi tumbuh menjadi jaringan kuliner besar layaknya holding company.
4. Reputasi Dijaga Lewat Pelayanan dan Rasa
Dengan visi menjadi kopitiam terbaik di antara para pesaingnya, Kopi Oey konsisten mengutamakan kepuasan pelanggan.
Mereka tahu, brand besar tanpa kualitas pelayanan akan kehilangan makna.
Di tengah gempuran tempat makan modern, Kopi Oey tetap bertahan dengan kekuatan otentisitas dan pendekatan hangat kepada konsumen.
5. Info Penting Buat Kamu yang Mau Coba Langsung
Alamat: Jl. K.H. Agus Salim (Sabang) No. 20, Jakarta Pusat
Jam Operasional: Buka 24 jam setiap hari
Baca Juga: Resep Sambal Krecek Pedas Gurih dengan Kerupuk Kulit dan Kacang Tolo yang Bikin Nagih
Rata-Rata Belanja Pembeli: Rp50.000 – Rp75.000 per orang
Kopi Oey bukan sekadar tempat ngopi biasa, melainkan jejak rasa dan filosofi hidup Bondan Winarno.
Berangkat dari semangat pelestarian kuliner Indonesia, usaha Kopi Oey ini berhasil menjadi magnet kuliner yang berkembang ke berbagai kota.
Menu yang beragam, harga bersahabat, serta nuansa nostalgia yang kental menjadikannya pilihan tepat bagi siapa pun yang ingin merasakan maknyus dalam arti sebenarnya di Kopi Oey.
Editor : Eli Kustiyawati