RADAR BOGOR – Pada malam hari yang ramai, kawasan Jembatan Merah di Kota Bogor menjadi salah satu pusat keramaian yang penuh dengan tempat kuliner.
Terletak tidak jauh dari Stasiun Bogor dan Taman Topi Square, kawasan ini dikenal sebagai salah satu titik favorit untuk menikmati kuliner jajanan malam khas Kota Hujan.
Suasana di Sekitar Stasiun Bogor
Lalu lintas di sekitar Stasiun Bogor malam itu tampak padat.
Suasana khas malam Minggu terlihat dari padatnya kendaraan, terutama angkot yang memenuhi jalanan.
Meski begitu, fasilitas pejalan kaki seperti pedestrian sudah jauh lebih baik dibanding beberapa waktu lalu.
Penerangan jalan cukup terang, membuat suasana lebih nyaman meskipun rintik hujan mulai turun.
Salah satu akses utama menuju Jembatan Merah adalah jembatan penyeberangan yang menghubungkan dua sisi kota.
Kanopi pelindung di jembatan tersebut kini sudah tidak ada, kemungkinan besar telah dibongkar untuk mencegah keberadaan pedagang liar yang biasa berjualan di sepanjang jalur tersebut.
Jembatan Merah dan Kawasan Sekitarnya
Jembatan Merah yang menjadi ikon kawasan ini masih tampak kokoh, meskipun beberapa lampu hias tidak berfungsi.
Di salah satu sisinya terdapat patung pahlawan—kemungkinan Kapten Muslihat—sebagai penanda sejarah.
Kawasan ini menghubungkan beberapa ruas jalan utama, termasuk Jalan Merdeka dan Jalan Paledang.
Di sepanjang jalur tersebut, deretan pedagang kaki lima menawarkan berbagai kuliner khas.
Mulai dari sate Padang, sate Madura, kebab, hingga *doclang*—makanan tradisional khas Bogor yang terdiri dari lontong, tahu, kentang, dan tauge, disiram dengan bumbu kacang.
Makanan ini disajikan dalam bungkus daun pisang yang menambah cita rasa tradisional.
Kuliner Khas: Martabak Ketan Hitam
Salah satu daya tarik kuliner malam di kawasan ini adalah martabak ketan hitam.
Setelah menyusuri beberapa kios, martabak ketan hitam akhirnya ditemukan di sebuah lapak yang cukup ramai.
Terdapat beberapa pilihan rasa, seperti original, cokelat, keju, bahkan kombinasi setengah-setengah.
Harganya bervariasi antara Rp20.000 hingga Rp30.000, tergantung isian.
Selain martabak, pedagang lain juga menjajakan gorengan, siomai, bubur ayam, hingga kue-kue tradisional khas Jawa Barat.
Baca Juga: 4 Tips Jitu Menghilangkan Lemak Daging Kurban yang Menempel di Peralatan Masak di Momen Idul Adha
Kota Hujan yang Ramai dan Hangat
Meskipun hujan sempat turun beberapa kali, suasana malam tidak kehilangan semaraknya.
Para pedagang tetap berjualan dengan semangat, dan pengunjung tetap berdatangan, menciptakan atmosfer yang khas dari kota yang dijuluki “Kota Hujan” ini.
Di sekitar City Plaza, deretan toko olahraga, alat musik, dan perlengkapan rumah tangga menambah lengkap pemandangan kawasan ini sebagai pusat aktivitas masyarakat.
Jembatan Merah dan sekitarnya memang bukan hanya jalur penghubung, tapi juga ruang sosial tempat masyarakat berkumpul, menikmati kuliner, dan merasakan denyut kehidupan malam Kota Bogor.***
Editor : Eli Kustiyawati