RADAR BOGOR—Meskipun daging kurban sangat lezat, penting untuk diingat bahwa beberapa bagiannya tidak aman dan sehat untuk dikonsumsi.
Menurut data Kementerian Kesehatan RI, ada 18 gram lemak dan 24,9 gram protein per 100 gram daging kurban baik kambing atau sapi.
Tubuh memang memerlukan daging untuk pembentukan otot, hormon, dan energi, termasuk daging kurban. Namun, dapat berakibat buruk jika dikonsumsi tanpa pengawasan.
"Kalau bisa pilih bagian yang minim lemak seperti sengkel. Hindari bagian perut atau jeroan, itu justru berisiko tinggi untuk kolesterol dan asam urat," kata dr. Tan Sot Yen, seorang ahli nutrisi.
Selain itu, dia menyarankan agar orang tidak terbatas pada daging merah. "Protein hewani sebaiknya bervariasi, bisa dari ikan, ayam, atau telur. Dan jangan lupakan protein nabati seperti tahu dan tempe. Justru protein nabati tidak membebani organ tubuh," tuturnya.
Itu bukan hanya masalah memilih daging, tetapi juga bagaimana memasaknya. "Cara terbaik adalah direbus, dan dikombinasikan dengan sayur serta buah," katanya, sementara daging goreng meningkatkan kadar lemak.
dr. Tan juga merekomendasikan agar daging kurban disimpan secara higienis. "Bersihkan, bagi ke kantong kecil, lalu bekukan. Jangan masak sekaligus, jika Anda menggunakan santan, usahakan untuk menghabiskannya langsung. Jangan panaskan lagi,” katanya.
Ingatlah untuk makan daging dua hingga tiga kali seminggu. Selain itu, jangan lupa untuk menambahkan karbohidrat berserat, sayuran segar, dan jumlah protein yang seimbang ke dalam makanan Anda.
Idul Adha adalah hari untuk berbagi dan bersyukur. Oleh karena itu, nikmati dengan bijak daging kurban karena tubuh kita juga membutuhkan perhatian, bukan hanya makan makanan. (***)
Editor : Yosep Awaludin