RADAR BOGOR - Apa jadinya jika bolu yang biasanya lembut dan manis justru pengolahannya dibakar? Bukan dibakar sampai kering, melainkan dipanggang hingga kulit luarnya berwarna keemasan, aromanya wangi menggoda, dan bagian tengahnya lumer karena isinya yang berlimpah. Satu nama yang langsung terlintas saat bicara soal bolu panggang legendaris: Bolu Bakar Tunggal.
Pertama kali muncul di Bandung tahun 2006, Bolu Bakar Tunggal langsung mencuri perhatian sebagai camilan yang berbeda dari yang lain. Dengan pendekatan unik dan rasa percaya diri dalam tampil beda, bolu ini langsung bikin jatuh hati sejak gigitan awal.
Kalau biasanya bolu disajikan dingin atau dalam bentuk slice, produk satu ini justru tampil beda: bolunya dibelah dua, diisi penuh dengan topping manis atau gurih, lalu dipanggang langsung di atas grill. Hasilnya? Tekstur luar yang garing lembut, isiannya yang lumer, dan aroma yang sukses bikin siapa pun berhenti ketika lewat depan tokonya.
Di balik nama “Tunggal” ada satu prinsip yang dijaga sejak awal: kualitas nomor satu. Dari resep hingga bahan-bahan, semua dipilih dengan hati-hati. Tekstur bolunya lembut dan ringan, dengan rasa mentega yang seimbang—tidak terlalu kuat, tapi tetap memberikan rasa yang kaya. Setiap gigitannya menawarkan sensasi luar yang garing, bagian dalam yang empuk, dan isian yang meleleh sempurna di mulut.
Soal rasa, kamu nggak bakal kehabisan pilihan. Untuk penggemar manis, ada varian legendaris seperti Roombutter, Cokelat Keju, Pandan, sampai rasa kekinian seperti Stroberi Keju, dan bahkan Durian Musang King untuk kamu yang ingin sesuatu yang lebih premium.
Roombutter jadi best-seller karena wanginya yang menggoda dan rasa klasik yang nggak pernah gagal. Banyak yang bilang, roombutter-nya Bolu Bakar Tunggal bikin ketagihan karena rasa butter yang nendang dan legit khas rum yang bikin nagih.
Kalau kamu tim rasa gurih, jangan khawatir! Bolu Bakar Tunggal punya banyak pilihan asin seperti Abon Pedas, Tuna Mayo, Smoke Beef, sampai Keju Lumer. Nggak cuma cocok buat camilan sore, tapi juga pas banget buat teman minum teh atau bahkan sarapan cepat yang mengenyangkan.
Pengalaman makan Bolu Bakar Tunggal bukan cuma soal rasa, tapi juga momen. Apalagi saat kamu beli langsung dari tokonya, di mana bolunya langsung dipanggang di hadapanmu. Harumnya butter panas yang berpadu dengan isiannya saat dipanggang dijamin bikin kamu nggak tahan untuk langsung membuka kotaknya. Sensasi saat masih hangat itu adalah kunci utama: teksturnya sempurna, dan rasanya bikin mood langsung naik.
Tak heran kalau dalam waktu dua dekade, Bolu Bakar Tunggal sudah membuka lebih dari 25 cabang di seluruh Bandung dan sekitarnya. Dari gerai sederhana di area wisata, pusat oleh-oleh, hingga konsep kekinian dengan sentuhan modern ala kafe, semuanya dibuat agar camilan ini bisa dinikmati semua generasi. Bahkan kini kamu bisa pesan lewat layanan ojek online, jadi nggak perlu antre panjang lagi saat craving di tengah malam.
Yang menarik, Bolu Bakar Tunggal juga sedang mengembangkan flagship store baru di kawasan ikonik Jalan Braga. Ke depannya, Bolu Bakar Tunggal akan hadir bukan cuma sebagai toko oleh-oleh, tapi juga sebagai kafe cozy untuk menikmati bolu hangat bareng secangkir kopi lokal. Sebuah inovasi yang menandai bahwa mereka tidak hanya jual produk, tapi juga pengalaman.
Soal harga, Bolu Bakar Tunggal cukup bersahabat. Dilansir dari Instagram @bolubakartunggal_ dengan kisaran mulai dari Rp46.000 hingga Rp150.000 tergantung ukuran dan varian, kamu bisa menikmati camilan premium tanpa bikin kantong jebol. Cocok banget buat oleh-oleh dari Bandung atau sekadar self-reward setelah minggu yang panjang.
Bolu Bakar Tunggal menjadi salah satu ikon kuliner Bandung yang tak pernah kehilangan pesonanya yang hadir dengan inovatif, konsisten, serta an terus berkembang tanpa melupakan akar rasa yang autentik.
Editor : Eka Rahmawati