RADAR BOGOR – Kalau kamu pikir semua warkop di Jakarta cuma jualan kopi sachet dan gorengan, kamu belum kenal Warkop Agam Sultan.
Warkop Agam Sultan, tempat nongkrong yang satu ini bukan sembarang warung kopi—ia datang jauh-jauh dari Medan dengan senjata pamungkas bernama Mie Bangladesh.
Seperti julukannya, rasa mie di Warkop Agam Sultan memang “sultan” banget.
1. Mie Bangladesh: Bukan Mie Biasa, Ini Mie Medan Penuh Karakter
Dilansir dari YouTube Ken & Grat, Mie Bangladesh disajikan panas-panas dalam mangkuk besar.
Mie ini tampil dengan kuah merah menyala, aroma rempah yang kuat, dan topping telur setengah matang yang menggoda iman.
Pedasnya bukan sekadar numpang lewat—dia tinggal dan membakar perlahan, bikin kamu nagih tapi tersiksa bahagia. Banyak food vlogger sampai mengangguk-angguk puas saat mencicipinya.
2. Harganya Santai, Rasanya Serius
Soal harga? Jangan khawatir. Dengan Rp16.000–27.000, kamu sudah bisa makan kenyang dan puas.
Porsinya enggak pelit, bumbunya mantap, dan sensasinya tidak kalah dengan mie buatan restoran mahal. Cocok untuk kantong anak kos, tapi tetap ingin makan bergaya.
3. Suasana Warkop, Rasa Kafe
Meski bernama warkop, tempat ini tampil dengan gaya yang rapi dan hangat.
Ada meja panjang, area indoor-outdoor, dan pencahayaan yang pas untuk nongkrong sore hingga malam.
Banyak juga yang datang untuk mengerjakan tugas sambil ngopi santai. Tempat ini jadi persilangan antara warkop klasik dan kafe urban.
4. Viral karena Rasa, Bukan Sekadar Gaya
Jangan heran kalau kamu sering melihat nama Warkop Agam Sultan berseliweran di TikTok atau YouTube.
Videonya banyak ditonton, ulasannya banyak dibagikan. Semua orang yang sudah mencoba menu utamanya pasti bilang: mie-nya beda kelas dan bukan sekadar iklan.
5. Lebih dari Sekadar Mie
Selain Mie Bangladesh, warkop ini juga punya menu andalan lain seperti Indomie ala Pakistan, martabak telur Medan, dan teh tarik yang creamy abis.
Kalau kamu doyan makanan beraroma tajam dan rempah yang kuat, ini tempat yang wajib kamu datangi.
Warkop Agam Sultan bukan sekadar tempat makan—ia adalah perpaduan rasa, nostalgia, dan gaya nongkrong kekinian.
Kalau kamu cari tempat untuk makan pedas, ngobrol panjang, atau sekadar mencicipi rasa Medan tanpa harus naik pesawat, tempat ini jawabannya. Jangan lupa siapkan tisu, karena rasa pedasnya bisa bikin kamu merinding.***
Editor : Eli Kustiyawati