Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Kenapa Dinamakan Doclang? Nama Tiga Kuliner Khas Bogor Ini Ternyata Berasal dari Singkatan, Kalau Bapatong?

Khairunnisa RB • Minggu, 10 Agustus 2025 | 04:45 WIB
Doclang, salah satu kuliner khas Bogor, Jawa Barat
Doclang, salah satu kuliner khas Bogor, Jawa Barat

RADAR BOGOR – Bogor tak hanya memikat hati lewat hamparan alamnya yang sejuk, tetapi juga lewat ragam kuliner khas yang penuh cerita.

Menariknya, beberapa kuliner ini punya nama unik, bahkan sebagian berasal dari singkatan atau pelesetan kata yang memiliki kisah sejarahnya sendiri.

Sebut saja Doclang, sajian legendaris yang namanya sudah akrab di telinga warga Bogor dan pendatang.

Salah satu yang terkenal adalah Doclang 405 di kawasan Jembatan Merah, tepatnya di Pasar Devris, serta kedai lainnya di Jalan Gunung Batu.

Siapa sangka, nama “Doclang” ternyata punya arti tersendiri.

Namun, Doclang bukan satu-satunya. Ada beberapa kuliner khas Bogor lain yang juga lahir dari singkatan atau istilah unik.

Mari kita telusuri tiga kuliner khas Bogor yang lezat di lidah, unik di telinga.

1. Cungkring

Cungkring adalah kuliner yang sekilas sederhana, tetapi punya rasa kaya berkat bumbu rempahnya.

Terbuat dari potongan kikil daging dari kepala sapi, makanan ini dimasak dalam bumbu kuning yang harum menggoda.

Saat disajikan, Cungkring biasanya ditemani lontong, keripik tempe renyah, dan guyuran saus kacang yang gurih.

Setiap suapan memberikan perpaduan tekstur kenyal, renyah, dan lembut, yang berpadu manis dengan rasa kacang yang medok.

Soal nama, ada dua versi cerita. Sebagian orang percaya “cungkring” berasal dari kata dalam bahasa Sunda untuk kikil.

Namun, versi lainnya menyebut bahwa nama ini singkatan dari “cungur” (mulut) dan “keringan” (keripik tempe), merujuk pada pelengkap khas hidangan ini.

2. Bapatong

Jika Anda suka bakso, Bapatong adalah inovasi khas Bogor yang patut dicoba.

Namanya singkatan dari “bakso kupat gentong”.

Isinya bakso kenyal berpadu dengan potongan ketupat, disiram kuah bening gurih yang disajikan panas-panas dalam wadah seperti gentong.

Perpaduan rasa hangat dan gurihnya begitu memuaskan, apalagi jika dinikmati di udara sejuk Bogor. Tak heran, kuliner ini selalu menjadi incaran wisatawan.

3. Doclang

Doclang sering disamakan dengan kupat tahu, tetapi sebenarnya ia punya karakter yang berbeda.

Selain lontong atau ketupat, tahu, bumbu kacang, kecap, sambal, dan kerupuk, Doclang hadir dengan tambahan kentang rebus dan telur rebus yang membuatnya lebih mengenyangkan.

Sejarahnya masih diselimuti misteri. Ada yang percaya Doclang sudah ada sejak abad ke-19, bahkan mungkin sejak abad ke-17, dibawa oleh pedagang Tionghoa ke Bogor.

Asal-usul namanya pun memiliki dua kemungkinan: pelesetan dari kata Belanda “Dutchland” atau singkatan dari “medhok kacang” (bumbu medok pakai kacang).***

Editor : Eli Kustiyawati
#bogor #doclang #kuliner