Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Sehari Menjelajah Glodok : Wisata Kuliner, Ngopi Unik, dan Menyusuri Jejak Budaya Tionghoa di Tengah Jakarta

Yosep Awaludin • Minggu, 10 Agustus 2025 | 18:30 WIB
Satu hari di Kawasan Glodok Jakarta bisa bikin perjalanan penuh rasa dan cerita.
Satu hari di Kawasan Glodok Jakarta bisa bikin perjalanan penuh rasa dan cerita.

RADAR BOGOR - Akhir-akhir ini, FYP TikTok dan Instagram dipenuhi dengan keseruan orang-orang menjelajah Glodok. Kawasan legendaris di Jakarta ini ternyata punya banyak hal menarik untuk dinikmati.

Mulai dari kuliner unik, kedai kopi dengan penyajian khas, hingga bangunan bersejarah di kawasan Glogok yang menyimpan kisah masa lalu.

Kalau biasanya kamu hanya menghabiskan waktu di Blok M, Suryakencana, atau pusat kota lainnya, sesekali nggak ada salahnya melipir ke Glodok untuk merasakan suasana yang berbeda.

Menariknya, meski luas dan penuh pilihan, kamu tetap bisa mengeksplor Glodok dalam waktu singkat dengan rute yang tepat loh.

Salah satu itinerary seru dibagikan oleh kreator TikTok @ayumoranica. Lewat akun tiktoknya, ia mencicipi beragam kuliner dan merasakan atmosfer kawasan ini hanya dalam satu hari, bahkan 3 jam, tapi tetap dapat banyak pengalaman seru.

1. Little Salt Bread

Glodok adalah surganya pecinta kuliner, dan Little Salt Bread jadi salah satu bintang utamanya. Begitu masuk, aroma roti yang baru dipanggang langsung menyambut.

Teksturnya lembut dengan rasa gurih yang pas, tersedia dalam berbagai pilihan, seperti salt bread kaya, salt bread plain, salt bread cheese, salt bread garlic, hingga kreasi unik lainnya.

Harganya juga sangat ramah di kantong, mulai dari Rp12.000 saja. Cocok banget untuk camilan pembuka sebelum melanjutkan perjalanan, apalagi kalau kamu tipe yang suka ngemil roti sambil jalan.

2. Djauw Coffee

Tak jauh dari Little Salt Bread, tepat di seberang jalan, ada Djauw Coffee, yaitu sebuah kedai kopi yang tengah jadi perbincangan di media sosial.

Daya tariknya ada pada metode penyajian ala Turkish coffee yang jarang ditemukan di coffee shop lain. Bubuk kopi diseduh di atas pasir panas hingga mendidih, menghasilkan cita rasa yang pekat dan aroma yang dalam.

Suasananya di sekitarnya pun bikin betah, nuansa tempo dulu masih terasa kuat, dengan bangunan dan dekorasi yang mempertahankan karakter kawasan Pecinan.

Duduk di sini sambil menyeruput kopi hangat memberi sensasi seolah sedang berada di sudut kota lama yang penuh cerita.

3. Petak Enam

Belum lengkap menjelajah Glodok tanpa mampir ke Petak Enam. Kawasan ini seperti food court besar yang memadukan sentuhan modern dan tradisional, dipenuhi restoran dan kedai jajanan dari berbagai jenis.

Salah satu yang wajib kamu coba adalah bapau panggang yang selalu dibuat by order sehingga disajikan panas dan segar.

Yang membuatnya unik, proses pemanggangan tidak menggunakan oven, melainkan arang. Hasilnya, aroma asapnya khas dan teksturnya punya cita rasa tersendiri. Harganya sekitar Rp22.000 per porsi.

Petak Enam ini buka dari pukul 10.30 pagi sampai 9 malam, dan masih banyak menu pilihan lain yang bisa kamu coba.

4. Gedung Chandra Naya

Sebagai penutup perjalanan, berjalanlah sekitar 700 meter dari Petak Enam menuju Gedung Chandra Naya.

Bangunan ini merupakan salah satu peninggalan budaya Tionghoa yang masih berdiri kokoh di tengah hiruk pikuk Jakarta.

Arsitekturnya memadukan elemen tradisional Tionghoa dengan sentuhan kolonial, menghadirkan pemandangan yang elegan dan fotogenik.

Mengunjungi tempat ini bukan hanya soal berfoto, tapi juga kesempatan untuk menyelami sejarah panjang komunitas Tionghoa di Jakarta.

Dengan rute singkat ini, kamu bisa merasakan berbagai sisi Glodok, mulai dari kuliner lezat yang mengenyangkan, kopi dengan penyajian unik, suasana pecinan yang kental, hingga warisan budaya yang terjaga. (***)

Penulis: Nasywa Kamila/PPL-UIN Bandung
Sumber: Tiktok @ayuramonica

Daftar lagu di album debut CORTIS
Daftar lagu di album debut CORTIS
Editor : Yosep Awaludin
#jakarta #glodok #kuliner unik