RADAR BOGOR – Menyebut Kopi Nusantara rasanya belum lengkap tanpa mengingat kopi dari tanah Priangan.
Di wilayah inilah, untuk pertama kalinya biji kopi berhasil dibudidayakan di Indonesia, tepatnya di Bogor.
Ratusan tahun lalu, para penikmat kopi dari Belanda menemukan “tambatan hati” mereka di sini. Jejak kejayaan itu masih bisa dirasakan hingga kini lewat aroma pekat dari Kopi Bah Sipit Cap Kacamata di sudut Jalan Empang, Bogor.
Terletak di Jalan Empang No.27, Bogor Selatan, kedai ini langsung menyapa siapa pun yang lewat dengan wangi kopi yang segar.
Berdiri sejak 1925, Bah Sipit kini dikelola oleh Nancy, generasi ketiga dari pendirinya, Yoe Hong Keng.
Awalnya, Bah Sipit hanyalah sebuah toko kopi biasa yang juga menjual sembako milik sang kakek.
Namun, kopi robusta dari Tatar Sunda yang dijual di sana menjadi primadona, terutama bagi warga keturunan Arab yang banyak bermukim di kawasan Empang. Dari sinilah muncul nama ‘Bah Sipit’ yang kemudian melekat menjadi identitas kedai ini.
Di tengah maraknya kedai kopi modern, Nancy tetap setia pada prinsip sang kakek yakni menjual kopi murni tanpa campuran.
Rahasia lainnya ada pada mesin giling manual yang usianya sudah lebih dari 60 tahun. Mesin tua yang tak hanya menggiling biji kopi, tapi juga menjaga konsistensi rasa dari masa ke masa.
Meski mempertahankan cita rasa klasik, Bah Sipit tak ketinggalan dalam berinovasi. Interior kedai dibuat lebih kekinian untuk menarik generasi muda, sementara bagian luar tetap mempertahankan nuansa klasiknya.
Kini, Bah Sipit tak hanya mengolah robusta lokal, tapi juga mendatangkan biji kopi dari Gayo, Flores, Toraja, hingga arabika pilihan.
Pengunjung bisa memilih beragam metode seduh, mulai dari tubruk tradisional hingga V60. Harganya pun ramah di kantong, hanya Rp15.000–Rp20.000 per cangkir.
Bagi penikmat kopi yang ingin menikmatinya sendiri di rumah, tersedia bubuk kopi legendaris “Cap Kacamata” seharga Rp140.000 per kilogram.
Bagi Nancy, menjalankan Bah Sipit berarti menjaga sebuah warisan. Setiap cangkir yang tersaji di sini membawa cerita panjang tentang sejarah kopi Nusantara, pelanggan setia yang bertahan lintas generasi, dan aroma yang tak pernah pudar meski zaman berganti.
Bah Sipit bukan sekedar kedai kopi. Ia adalah saksi bisu perjalanan rasa yang sudah melintasi satu abad.
Selama biji kopi masih disangrai di mesin tua itu, legenda Kopi Bah Sipit akan terus harum di hati pecinta kopi di Bogor. (***)
Penulis: Muhammad Fadly Ardhian S/PKL Universitas Pakuan
Sumber: YouTube Secret Story