Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Makan di Tengah Sawah? Ternyata Ini Tren Wisata Kuliner Baru yang Bikin Banyak Orang Ketagihan

Yosep Awaludin • Selasa, 26 Agustus 2025 | 13:20 WIB
Ilustrasi tren wisata kuliner makan di tengah sawah
Ilustrasi tren wisata kuliner makan di tengah sawah

RADAR BOGOR - Siapa sangka makan di tengah sawah sambil duduk di atas tikar anyaman bisa menjadi pengalaman wisata kuliner yang lebih meninggalkan ingatan daripada makan di restoran bintang lima?

Di berbagai pelosok Indonesia, kini mulai tumbuh tren unik dan menyentuh, wisata kuliner langsung dari lahan petani kecil.

Bukan sekedar makan, tapi menyatu dengan tanah, tanaman, dan kisah hidup petani yang penuh perjuangan. Pengalaman wisata kuliner ini bukan hanya mengenyangkan perut, tapi juga menyentuh Nurani.

Dari Kebun Langsung ke Piring, dan Langsung ke Hati

Bayangkan Anda memetik sayuran sendiri dari kebung, mencucinya di sungai, lalu memasaknya bersama warga desa menggunaka tungku tanah liat dan kayu bakar.

Setelah itu, Anda makan bersama di pinggir sawah atau ladang kebun sambil mendengarkan kisah pahit manis kehidupan para petani.

Inilah konsep makan di lahan petani dimana mulai dilirik oleh wisatawan, terutama mereka yang jenuh dengan wisata modern yang serba instan dan penuh keramaian.

“Saya kira cuma makan biasa, ternyata saya diajak panen, masak dan diajak ngobrol dengan ibu-ibu petani. Rasanya lebih dari sekadar kenyang,” kata Calista, wisatawan asal Pamulang yang coba paket makan ladang di daerah Winosari Kali Urang Yogyakarta.

Wisata Kuliner yang Bikin Kita Lebih Manusiawi

Tren ini lahir dari keresahan banyak orang mulai sadar bahwa makanan yang mereka konsumsi setiap hari berasal dari tangan-tangan yang sering tak terlihat. Petani yang sejatinya menopang dapur kita, jarang mendapat sorotan.

Lewat wisata ini, petani tidak hanya jadi penghasil, tapi juga jadi tuan rumah dan pemandu wisata yang punya cerita. Kita tidak hanya makan, tapi juga mendengar, belajar dan memahami makna dari setiap sendok makanan.

Potensi Besar, Tapi Sepi Peminat

Padahal Indonesia punya ratusan ribu petani kecil, dengan kekayaan pangan lokal yang luar biasa. Dari padi organik di Bali, rempah langka di Maluku, hingga kebun kopi di Flores yang masih ditanam turun-temurun.

Sayangnya sebagian besar belum dilibatkan dalam ekosistem pariwisata. Padahal kalau dikemas dengan baik, wisata kuliner ini bisa menjadi alternatif baru yang jauh lebih berkesan dan ramah lingkungan dibanding dengan wisata massal yang lebih fokus selfie dan makanan cepat saji.

Bukan Wisata Biasa : Ini Perjalanan Rasa dan Empati

Lebih dari sekadar makan enak, wisata kuliner di lahan petani mengajak kita untuk merenung-tentang siapa yang menanam makanan kita, bagaimana mereka hidup dan apa yang bis akita lakukan untuk lebih menghargai hasil bumi.

Dan siapa tahu, setelah makan di sawah atau ladang, Anda akan mulai berpikir dua kali sebelum menyisakan nasi di piring. Penasaran? Yuk coba saja akhir pekan ini. (***)

Penulus : Redy Cahyadi, Suci Sandi Wachyuni, Kadek Wiweka
Mahasiswa Prodi S2 Magister Terapan Perencanaan dan Pengembangan pariwisata Politeknik Sahid

Editor : Yosep Awaludin
#makan #wisata kuliner #sawah