RADAR BOGOR - Coffee shop tumbuh subur di Kota Depok. Ada satu tempat yang terasa berbeda karena tidak hanya menawarkan kopi, tapi juga ruang untuk mendengarkan musik. Tempat itu bernama Emily Listening Space.
Ya, Emily Listening Space merupakan sebuah coffee shop dengan konsep skena yang bikin anak muda Kota Depok betah nongkrong berlama-lama.
Di Emily Listening Space, ngopi bukan cuma soal rasa, tapi juga tentang pengalaman mendengar musik dengan playlist terbaik.
Emily Listening Space hadir sebagai ruang alternatif bagi anak skena Depok yang butuh suasana cozy, asik, dan penuh nuansa seni.
Sejak dibuka pada 2020, Emily Listening Space langsung mendapat sambutan positif dari berbagai kalangan mulai dari mahasiswa, musisi lokal, sampai pecinta kopi.
Dengan konsep listening space yang diadaptasi dari kultur Jazz Kissa Jepang membawa warna baru di tengah dominasi kafe bernuansa industrial dan minimalis di Depok.
Bukan tanpa alasan, tempat ini sukses memadukan dua hal yang lekat dengan gaya hidup anak muda sekarang.
Yaitu tempat kopi yang nyaman dengan kopi yang berkualitas dan playlist musik yang kekinian. Hasilnya, Emily jadi kafe yang bukan cuma nyaman, tapi juga punya karakter yang kuat.
Begitu masuk ke dalam kafe, suasana yang cozy langsung terasa. Interiornya sederhana namun artsy, lengkap dengan rak-rak berisi koleksi vinyl dan dekorasi yang membuat siapa saja merasa dekat dengan dunia kreatif.
Cahaya lampu yang temaram membuat ruangan terasa nyaman, cocok untuk duduk berlama-lama.
Tidak sedikit pengunjung yang akhirnya tenggelam dalam suasana, entah sambil mendengarkan musik atau sekadar menikmati secangkir kopi dan kudapan manis.
Menu kopinya beragam mulai dari yang basic seperti espresso, americano, filtered coffee dan latte.
sampai yang unik seperti minuman berbasis kopi yang diracik seperti cocktail yaitu “A Sincere Flora” atau “Dessert Clouds” yang mmenggabungkan kopi dan mixology.
Tidak hanya kopi, Emily juga menyediakan berbagai pilihan minuman mocktail seperti “Umbrella & Elephant” yaitu Brazillian mocktail dengan rasa campuran dari jeruk, apel hijau dan soda dengan rasa nanas.
Selain itu ada juga menu lain yaitu “Kiss On The Lips” yaitu mocktail kombucha yang berbasis lemon dan buah delima yang manis dan asam dengan campuran buah strawberry.
Selain minuman Emily juga memiliki menu dessert waffles dengan tiga macam rasa yaitu classic maple waffles, choco crunchy waffles dan biscoff waffles. Semua varian waffles tersebut memiliki harga mulai dari Rp. 40.000.
Yang membuat Emily semakin menarik adalah acara kecil yang kerap mereka adakan. Mulai dari listening session, diskusi musik, sampai pertunjukan akustik.
Semua terasa sederhana tapi hangat, seperti berkumpul di ruang tamu bersama teman dekat.
Di sinilah banyak musisi muda Depok menemukan ruang untuk memperkenalkan karya mereka.
Emily menjadi semacam “panggung kecil” yang ramah, tanpa jarak antara penampil dan penonton.
Kehadiran ruang yang ramah komunitas inilah yang membuat Emily identik dengan skena kreatif Depok.
Lebih dari sekadar kafe, Emily Listening Space jadi ruang sosial. Sebuah tempat di mana orang bisa bertemu, berbagi ide, atau sekadar menemukan lagu baru yang mungkin jadi soundtrack hidup mereka.
Pada akhirnya, Emily Listening Space adalah bukti bahwa Depok punya skena yang terus tumbuh.
Dengan kopi yang hangat, musik yang jujur, dan suasana yang intim, Emily bukan cuma tempat nongkrong, tapi rumah kedua bagi mereka yang mencari pengalaman berbeda. (***)
Penulis : Muhammad Zaidan Rizky / Magang Universitas BSI Depok
Sumber : Instagram @emilylisteningspace