Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Berbumbu Perjuangan, Bebek Kaleyo dari Warung Tenda Jadi Primadona Jakarta

Gabriel Anderson Nainggolan • Senin, 8 September 2025 | 04:50 WIB
Dari emperan bengkel hingga puluhan outlet, rasa, harga, suasana tetap konsisten.
Dari emperan bengkel hingga puluhan outlet, rasa, harga, suasana tetap konsisten.

RADAR BOGOR – Pernah dengar tentang Bebek Kaleyo? Tempat ini bukan cuma kedai sederhana dengan menu bebek biasa, melainkan pengalaman kuliner bebek yang langsung memikat banyak orang sejak suapan pertama. Yuk, kita kulik kisah seru dan cita rasa gurihnya secara santai.

Bebek Kaleyo merupakan kedai bebek yang dimulai dari gerai kaki lima di Cempaka Putih, Jakarta, sekitar tahun 2007. Empat pendirinya dua pasangan kakak–beradik yang gak langsung yakin nih soal resep Bebek Kaleyo.

Mereka semangat banget eksplor rasa: eksperimen demi eksperimen sampai tercipta bebek goreng yang pas, bahkan sampai melewati tahap uji coba ke-70 di luar nama besar saat itu.

Hebatnya lagi, Bebek Kaleyo berkembang bukan karena suntikan dana investor, tapi dari modal sendiri dan kualitas masakan yang terjaga.

Hasilnya? Kini sudah punya puluhan cabang, 40-an di Jabodetabek dan Jabar, bahkan cabang ke-45 dibuka jalan Sumatera, Bandung.

Bebek Kaleyo hadir dengan nama unik yang berakar dari bahasa Jawa. Dari perpaduan kata sederhana lahirlah makna kebersamaan, sebuah ajakan untuk menikmati hidangan lezat yang rasanya bikin siapa pun ingin kembali berulang kali. Dan itu dibuktikan dengan sejumlah menu terenaknya:

Bebek Goreng Kremes, kriuk-kriuk kremesnya selalu jadi primadona.

Bebek Goreng Cabe Ijo, buat yang suka pedas segar ala Manado.

Nasi Campur Bebek, solusi makan komplit: tak bikin kantong kempes, tapi bikin selera meledak.

Selain itu, ada aneka lauk pelengkap seperti sate bebek, ayam kremes, puyuh, dan juga gorengan serta sayuran seperti tumis “sang buaya”, yang bikin pengalaman makannya makin lengkap.

Ada ciri khas tersendiri yang terasa di setiap outlet. Misalnya di cabang Bandung, interiornya tropis minimalis dengan tanaman hidup di sudut-sudut dan kaca transparan yang bikin suasana makin Instagramable.

Sudah pasti, menu jagoan Bebek Muda Goreng Kremes setengah ekor menjadi daya tarik utama yang dicari banyak orang.

Kenapa banyak yang balik ke Kaleyo lagi dan lagi?

Keistimewaannya hadir bukan hanya dari rasa yang lezat, tapi juga dari suasana yang nyaman dan harga yang ramah di kantong. Banyak pengunjung bilang bebeknya empuk, bumbu meresap, dan harganya cukup terjangkau.

Sebagai gambaran, di outlet Jakarta nasi goreng bebek bisa dinikmati mulai Rp27 ribu, sementara menu bebek goreng kremes dan cabe ijo berada di kisaran Rp35–37 ribu.

Oh iya, satu lagi: banyak yang menyebutkan bahwa Kaleyo tetap konsisten rasa di tiap outlet karena ada central kitchen dan kontrol kualitas super ketat—jadi di mana pun kamu makan, sensasi rasa tetap sama.

Pada akhirnya, Bebek Kaleyo hadir bukan hanya sebagai tempat makan bebek enak, tetapi juga bukti perjalanan dari gerai sederhana hingga jaringan besar, sambil tetap setia pada rasa, harga ramah, dan kenyamanan tempat.

Kalau kamu lagi cari destinasi kuliner asyik, terutama judes sama lidah dan dompet, Kaleyo bisa banget jadi pilihan.***

Editor : Eli Kustiyawati
#Bebek kaleyo #jakarta #kuliner #cempaka putih