RADAR BOGOR – Siapa sangka, nasi Padang yang biasanya tersaji di meja panjang penuh lauk kini hadir langsung di pinggir jalan.
Dang Makan Padang membawa konsep inovatif: nasi Padang keliling dengan sepeda listrik yang lincah berkeliling kota.
Tren kuliner ini sedang jadi buah bibir di Palembang karena praktis, murah, dan rasanya tetap autentik.
Dari Ide Kreatif Jadi Tren Kuliner Jalanan
Konsep unik ini lahir dari Dino Prayogo, pemuda Minang berusia tiga puluhan.
Terinspirasi dari tren kopi keliling, Dino memutuskan untuk membawa masakan Minang ke jalanan dengan cara baru.
Ia ingin masyarakat bisa menikmati nasi Padang tanpa harus datang ke rumah makan.
Menu Lengkap Ala Restoran Padang
Meskipun dijual dari sepeda, pilihan lauk tetap lengkap seperti restoran Padang.
Ada rendang empuk, dendeng balado, telur dadar tebal, gulai, hingga sambal hijau pedas yang bikin ketagihan.
Semua lauk ditata rapi dalam wadah mengilap sehingga pembeli bisa memilih sesuka hati.
Harga Bersahabat dan Strategi Lokasi Jitu
Harga seporsi nasi Padang di sini sangat terjangkau, hanya Rp15.000–16.000 per kotak.
Dino juga pintar memilih lokasi jualan. Hari kerja ia mangkal di area perkantoran, seperti kompleks Pemprov Sumsel.
Akhir pekan ia pindah ke kawasan Rajawali dan berencana memperluas jangkauan ke area kampus agar lebih dekat dengan mahasiswa.
Konsisten Menjaga Rasa Autentik
Daya tarik utama Dang Makan Padang terletak pada rasanya yang tetap “Padang banget” meskipun dijual di jalanan.
Seorang pelanggan bahkan menyebut, “Lauknya berasa Padang-nya. Enak, khas Padang banget. Harga juga murah.” Berkat cita rasa ini, Dino mampu menjual 70–100 kotak setiap hari.
Tren Nasi Padang Keliling Merambah Jakarta
Konsep serupa ternyata juga muncul di Jakarta. Uda Hendri, misalnya, menjual nasi Padang keliling dengan motor setelah dua warungnya tutup akibat pandemi.
Dengan harga sekitar Rp13.000 per porsi, gerobak kelilingnya selalu dipenuhi antrean.
Kenapa Bisa Viral?
Ada empat alasan mengapa Dang Makan Padang dan konsep nasi Padang keliling semakin populer:
• Praktis dan inovatif – Tidak perlu antre, cukup tunggu di lokasi favoritmu.
• Cita rasa autentik – Meskipun kaki lima, rasanya tetap mewah dengan rempah khas Minang.
• Harga bersahabat – Di bawah Rp20.000, cocok untuk pekerja dan mahasiswa.
• Dekat dengan konsumen – Lokasi selalu menyesuaikan aktivitas masyarakat, dari perkantoran hingga kampus.***
Editor : Eli Kustiyawati