RADAR BOGOR - Jika Anda berkunjung ke Bogor dan mencari kuliner legendaris dan otentik, Mie Seroja adalah salah satu destinasi wajib untuk dicoba.
Mie Seroja, menjadi mie goreng khas Bogor, bukan hanya sekedar mie biasa. Namanya sudah melekat kuat di hati warga lokal sebagai salah satu ikon kuliner legendaris kota hujan.
Keunikan rasa, teknik pembuatan tradisional, serta sejarah panjang menjadikan Mie Seroja sebagai kuliner legendaris di Bogor, yang tak lekang oleh waktu.
Asal Usul dan Sejarah Panjang Mie Seroja
Mie Seroja dirintis oleh seorang perantau yang pernah bekerja di Rumah Sakit Salak, Bogor.
Sebelum membuka usahanya sendiri, beliau sempat merantau ke berbagai tempat, termasuk ke Timor Timur dan Tiongkok (RRT).
Di sanalah ia mempelajari cara membuat mie secara tradisional.
Setelah kembali ke Indonesia dan menetap di Palembang, ia kemudian memutuskan untuk menetap di Bogor dan memulai usaha Mie Seroja sebagai warisan untuk anak-anaknya.
Usaha ini sudah berjalan lebih dari dua dekade dan kini dikelola secara turun-temurun oleh generasi berikutnya.
Proses pembuatan mie pun masih mempertahankan cara-cara tradisional, termasuk penggunaan alat-alat seperti bambu khusus yang diganti maksimal setiap 10 tahun.
Proses Pembuatan Mie yang Masih Tradisional
Salah satu keistimewaan dari Mie Seroja adalah mie-nya dibuat sendiri setiap hari secara manual.
Tepung yang digunakan bukan sembarang terigu, melainkan jenis khusus yang disebut “terigu reda”, yang memberikan tekstur lebih kenyal dan cocok untuk penyerapan bumbu khasnya.
Adonan mie tidak menggunakan bahan pengawet dan menggunakan sagu agar adonan tidak lengket.
Dulu, proses pemotongan mie dilakukan secara manual dengan pisau, dan hasil produksi hanya mencapai sekitar 12 kg per dua jam.
Kini, proses tersebut dibantu dengan gilingan, namun tetap mempertahankan resep dan teknik asli.
Ciri Khas Mie Seroja
Ada beberapa elemen unik yang membedakan Mie Seroja dengan mie lainnya:
Bumbu Khas dan Aroma Kuat: Mie ini dimasak dengan api besar, memberikan aroma smoky yang kuat. Bumbu utamanya menggunakan ebi (udang kering) dan bawang-bawangan yang aromanya sangat menggugah selera.
Sayuran Khas Bogor: Menggunakan shampo (sebutan lokal untuk sawi putih) dan caisim hijau, menambah tekstur dan kesegaran dalam satu piring mie.
Topping Kerupuk Kulit (Krecek): Topping ini jarang ditemukan pada sajian mie goreng lainnya, menjadikan Mie Seroja semakin unik.
Kecap Lokal Khas Bogor: Rasa manis dan gurih pada mie diperoleh dari kecap legendaris “Jebza”, kecap lokal yang hanya digunakan oleh kalangan tertentu di Bogor.
Porsi Besar, Cocok untuk Berbagi
Baca Juga: Pasca Pembongkaran Hibisc Fantasy, Begini Kondisi Kawasan Puncak Bogor
Dengan harga hanya Rp23.000, seporsi Mie Seroja terbilang sangat murah jika dibandingkan dengan porsinya yang besar.
Mie ini bahkan bisa disantap bersama nasi dan cukup untuk dimakan oleh dua hingga lima orang.
Biasanya disajikan dengan acar timun dan wortel, yang memberi kesegaran di tengah kepekatan rasa mie-nya.
Jam Operasional dan Lokasi
Mie Seroja hanya bisa ditemukan di Bogor, alamat lengkapnya Jl. Cilendek Gg. Makam No.89, RT.02/RW.01, West Cilendek, Bogor Barat, Bogor City, West Java 16112 dan tidak memiliki cabang di luar kota.
Mie ini mulai dijual dari pukul 16.00 hingga 23.00 WIB, namun sering kali habis lebih cepat karena banyaknya pelanggan yang datang setiap harinya.
Kenikmatan yang Tak Bisa Ditiru
Keunikan Mie Seroja tidak hanya dari rasanya, tetapi juga dari atmosfer saat menyantapnya.
Menyantap mie yang baru saja matang sambil menyaksikan proses masak di dapur terbuka, ditemani hiruk-pikuk lalu lintas Bogor, memberikan pengalaman kuliner yang autentik dan berkesan.
Mie Seroja bukan hanya mie goreng biasa, tapi sebuah warisan rasa dan budaya yang hanya bisa Anda temukan di Bogor.
Jika Anda pecinta kuliner sejati, melewatkan Mie Seroja berarti melewatkan salah satu rasa paling otentik yang dimiliki Bogor.