RADAR BOGOR - Di tengah hiruk-pikuk Kota Bandung yang semakin modern, ada satu tempat yang membawa pengunjung kembali pada kenangan suasana kampung yang hangat dan penuh keakraban. Rumah Makan Ibu Jari namanya.
Dikutip dari TikTok @megastyn, Rumah Makan Ibu Jari berlokasi di Jalan Bengawan No. 5 Bandung, menjadi oase nostalgia bagi pencinta kuliner Sunda.
Tempat ini bukan sekadar rumah makan, melainkan pengalaman kuliner yang memadukan cita rasa tradisional dengan atmosfer tempo dulu yang begitu memikat.
Pemilik rumah makan ini rela mengubah rumah pribadinya menjadi tempat makan yang memancarkan suasana khas pedesaan. Dari tampilan luar hingga ke interior, nuansa klasik begitu terasa.
Ornamen kayu, peralatan jadul, hingga aroma masakan yang dimasak menggunakan tungku api menghadirkan sensasi “pulang ke kampung halaman” Tidak heran jika banyak pengunjung yang mengaku merasa seperti makan di rumah nenek di desa.
Keunikan lain dari Rumah Makan Ibu Jari adalah cara memasaknya yang masih mempertahankan teknik tradisional.
Tidak ada kompor modern di dapur utama, semua masakan dimasak menggunakan tungku api. Cara ini bukan hanya menjadi daya tarik tersendiri, tetapi juga memberikan cita rasa autentik pada setiap hidangan yang tersaji.
Panas api kayu memberikan aroma khas pada lauk-pauk, membuat rasa masakan terasa lebih gurih dan dalam.
Konsep tempat makannya pun beragam, pengunjung bisa memilih duduk lesehan di lantai dengan tikar pandan atau duduk di kursi kayu sederhana, menambah kesan santai dan akrab.
Diiringi alunan musik Sunda lembut, suasana di rumah makan ini terasa menenangkan, seolah waktu berjalan lebih lambat.
Soal menu, Rumah Makan Ibu Jari menghadirkan beragam hidangan khas Sunda yang menggugah selera.
Mulai dari udang balado, empal daging suwir, tumis sayur, orek tempe, iga bakar, bebek goreng serundeng, hingga ayam goreng penyet, semuanya dimasak dengan cita rasa rumahan yang kuat.
Baca Juga: Puskesmas Citeureup Segera Dibangun Lagi Pasca Kebakaran, Pemkab Bogor Dapat Dukungan CSR
Namun, ikon utamanya adalah nasi campur khas Ibu Jari, yaitu nasi hangat yang disajikan bersama jukut goreng dan chili oil.
Perpaduan gurih, pedas, dan renyah ini membuat banyak pelanggan jatuh hati sejak suapan pertama.
Salah satu daya tarik yang ramai diperbincangkan di media sosial datang dari ulasan akun TikTok @megastyn, yang menyebutkan bahwa ayam yang diungkep dan dibakar menggunakan daun pisang memiliki tekstur juicy di dalam namun tetap garing di luar.
Baca Juga: BI Dorong Ekonomi Syariah Jadi Kekuatan Baru Nasional
Proses pembakaran yang dilakukan perlahan di atas bara api kayu menciptakan aroma khas dan rasa yang tak mudah ditemukan di tempat lain.
Bagi para pencinta kulit ayam, Rumah Makan Ibu Jari juga menyajikan menu spesial berupa kulit ayam berbumbu cabai bubuk dan jukut goreng.
Ada pula sate kulit berukuran besar yang menjadi favorit pelanggan karena porsinya yang memuaskan.
Tidak berhenti di situ, tempat ini juga menghadirkan inovasi menu modern seperti perkedel dengan isian keju mozzarella, perpaduan unik antara cita rasa tradisional dan sentuhan kekinian yang berhasil mencuri perhatian.
Dengan suasana yang hangat, cita rasa yang autentik, dan pengalaman kuliner yang menyentuh hati, Rumah Makan Ibu Jari tidak hanya sekadar tempat makan, tetapi juga ruang untuk bernostalgia.
Bagi siapa pun yang ingin merasakan kembali kenangan masa kecil di rumah nenek sambil menikmati hidangan khas Sunda yang dimasak dengan cinta, tempat ini layak menjadi destinasi wajib ketika berkunjung ke Bandung. (Yumna/SV IPB)
Editor : Yosep Awaludin