Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Sarapan Nasi Kuning Asgar, Kuliner Halal di Bogor yang Bikin Perut Kenyang Dompet Aman, Harga Rp8 Ribu Sudah Kumplit

Fransisca Susanti Wiryawan • Senin, 13 Oktober 2025 | 20:20 WIB
Nasi kuning Asgar, kuliner halal Bogor yang murah meriah
Nasi kuning Asgar, kuliner halal Bogor yang murah meriah

RADAR BOGOR – Cari kuliner halal untuk sarapan di daerah Karadenan Bogor, Nasi Kuning Asgar juaranya.

Harganya ekonomis. Walaupun banyak penjual nasi kuning di area Karadenan Bogor, kuliner halal ini memiliki konsumen loyal.

Sejak jam 6 pagi para pembeli mulai berdatangan ke gerobak Nasi Kuning Asgar di Jalan Mandor Naiman Timur, Kabupaten Bogor.

Warga yang sedang jogging ataupun sedang cari sarapan dengan naik motor ataupun mobil, singgah untuk membeli beberapa bungkus nasi kuning.

Konsumen jarang yang makan di gerobak tersebut meskipun ada meja dan kursi. Mereka lebih memilih makan di rumah masing-masing. Porsinya banyak sehingga bisa dibagi untuk 3 orang.

Dengan harga Rp 8 ribu sudah dapat nasi kuning, telur dadar, tempe oreg (tumis tempe), ketimun, dan kerupuk. Topping tambahan berupa telur lado dengan harga Rp 4 ribu.

Nasi kuning Asgar memiliki kelebihan dari segi rasa yang kaya rempah dan aromanya harum. Kualitas beras yang dipakai untuk membuat nasi kuning cukup baik sehingga tekstur nasi kuningnya pun bagus.

Tidak terlampau keras ataupun lunak. Tempe oregnya enak. Telur dadar irisnya dicampur sedikit tepung terigu agar agak crispy. Telur ladonya pun mantap.

Mengembara dari Kabupaten Garut ke Kabupaten Bogor, Dede Supriatna menaruh impian untuk memperoleh penghasilan yang layak. Omzet penjualannya sekitar 50 porsi setiap hari. Jika sedang sangat ramai, maka omzet bisa mencapai 70 porsi.

Nasi kuning Asgar sudah memiliki Sertifikat Halal dari Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH).

Sertifikasi Halal tersebut memperluas pangsa pasar, menerapkan manajemen mutu, memberi kepastian Halal pada konsumen, dan lain-lain. Dengan menjual kuliner Halal, Dede optimis usaha mikronya akan berkembang lebih baik.

Dede belum menjual kuliner Halalnya secara online dengan menggunakan platform. Pemuda tersebut memiliki keterbatasan modal untuk pengembangan usaha kulinernya.

Editor : Rani Puspitasari Sinaga
#bogor #kuliner #nasi kuning