Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Semua Wajib Bahagia, Kisah Donat Bahagia yang Terlahir dari Kesempitan

Yosep Awaludin • Selasa, 14 Oktober 2025 | 10:00 WIB
Tampilah Donat Bahagia.
Tampilah Donat Bahagia.

RADAR BOGOR – Aroma manisnya tepung dan gula menyeruak dari dapur kecil di sudut Kota Bandung. Sepasang tangan sedang membentuk adonan donat di dapur sederhananya, tanpa mesin canggih.

Hanya semangat dan doa yang tak pernah padam, menghasilkan donat bahagia atau yang akrab disebut dobah. Usaha donat bahagia lahir sebagai simbol perjuangan dari pemilik di tengah keterpurukan.

Donat Bahagia dimulai dari sebuah krisis dan kejatuhan finansial. Berdasarkan wawancara pada Petik Hasil, pemilik donat bahagia bercerita pada 2018, keluarganya terpaksa menutup bisnis restoran mereka dikarenakan tidak mampu bertahan.

Hutang yang tersisa mencapai sekitar tiga miliar rupiah. “Waktu itu, kami ingin bertahan hidup dan menebus kesalahan. Kami tidak punya modal besar, hanya punya resep donat dari tahun 2009,” ujarnya.

Dengan resep donat tahun 2009, Novi selaku pemilik usaha memutuskan untuk bertekad memulai usahanya kembali dari nol, dengan menggunakan bahan yang sederhana, dan alat rumahan.

Donat dipilih bukan karena sebuah tren, melainkan donat dipilih karena resep dan tangan yang terbiasa membuat donat tersebut.

Seiringnya waktu berjalan, donat bahagia semakin berkembang, namun tidak kehilangan jati dirinya dengan masih menyediakan donat kampung khas Indonesia.

Proses pembuatan donat ini dilakukan dengan hati, sehingga novi menyebutkan bahwa karyawannya merupakan seorang artisan atau pengrajin.

Saat ini, donat bahagia memiliki sekitar 70 varian lebih, mulai dari rasa yang klasik hingga dengan berbagai kreasi unik topingnya.

Donat Bahagia memberikan donat yang fresh from the open. Sehingga, beberapa pelanggan harus menunggu 15-20 menit untuk mendapatkan donat yang hangat dan nikmat.

Novi memiliki filosofi dari terciptanya tagline donat bahagia yaitu “karena semua wajib bahagia”, filosofi tersebut bahwa novi percaya hasil bukan semata-mata buah dari kerja keras, melainkan takdir yang ditentukan oleh Allah.

Sebuah kalimat sederhana yang membawa pesan mendalam: kebahagiaan bukanlah milik segelintir orang yang sukses, tetapi hak semua manusia, bahkan mereka yang sedang berjuang dari keterpurukan. “Bahagia bukan hanya di dunia, tapi juga di akhirat. Itu cita-cita kami,” ujar Novi lembut.

Dari dapur kecil hingga dikenal luas, perjalanan Dobah membuktikan bahwa dari kesempitan bisa lahir kebahagiaan, asal tidak pernah berhenti berharap. (Yumna/SV IPB)

Editor : Yosep Awaludin
#Donat Bahagia #donat #bandung