RADAR BOGOR – Makan bareng di restoran tradisional di Bakul-Bakul di Kota Bogor dengan menu khas Sunda bisa menjadi pilihan.
Arsitektur bangunan kayu yang adem, healing banget. Kuliner Sundanya juga enak. Walaupun harga masakannya cukup mahal, masih sebanding dengan rasa dan kualitas kuliner.
Nasi pulen mengepul, uap panasnya menitikkan embun di bakul. Penyajian nasi di bakul menekankan konsep tradisional.Duduk lesehan bersama keluarga ataupun sahabat. Menyantap kuliner Bakul Bakul yang bukan sembarang bakul.
Dilansir dari Instagram Bakul-Bakul, ayam goreng di restoran ini menggunakan daging ayam kampung.
Baca Juga: Viral di Depok! Nasi Kulit Ayam Babeh Jadi Incaran Pecinta Kuliner Gurih dan Renyah
Tak heran tekstur daging ayamnya tak lembek (peungkeur), rasa daging ayam kampung jauh lebih enak dibandingkan broiler, serundengnya gurih dan jarang menemui ayam goreng bumbu serundeng yang kaya rempah.
Bakul Bakul mengklaim diri sebagai restoran tradisional, walaupun menu yang disajikan adalah kuliner Sunda, tetap ada sentuhan budaya Jawa. Konsep restoran otentik Sunda tak mudah diterapkan pada masa kini karena memerlukan lahan yang luas seperti kolam ikan mas dan bangunan pendopo Sunda, nasi bebas tambah, air teh dan sambal lalab gratis.
Baca Juga: Cari Oleh-Oleh Khas Bogor yang Berbeda dari Biasanya? Sambal Ibu Kribo Bisa Jadi Rekomendasi
Selain ayam goreng serundeng, menu lainnya adalah nasi kuyakini (beef yakiniku, sambal balado, dan cah brokoli), bebek bakar, sop gurami, dan lain-lain. Minumannya ada es campur, punch pala, lychee tea.
Sesuai branding restoran tradisional, Bakul Bakul menekankan konsep tersebut dalam menu, penyajian nasi dengan bakul, duduk lesehan, dan arsitektur bangunan restoran yang bernuansa kayu.
Restoran ini berlokasi di Jalan Pakuan Nomor 4, Ciheuleut, Baranangsiang, Bogor dan buka sejak pukul 10.00 WIB sampai 21.00 WIB.
Editor : Eka Rahmawati