RADAR BOGOR – Aroma manis gula merah dan kayu manis menyeruak dari dapur milik pasangan suami istri, Ibu Desitalia dan Pak Cecep. Berawal dari dapur yang sederhana, terciptalah roti gambang legendaris Sa’arina.
Roti gambang ini dibuat dengan penuh cinta dan kesabaran. Meskipun berlokasi di dalam gang, produk ini sudah dikenal sampai luar negeri.
Dikutip dari Youtube Langsung Laper, Roti Gambang Sa’arina merupakan warisan keluarga dan simbol ketekunan yang kini menjadi oleh-oleh khas Bogor yang paling dicari.
Usaha ini dimulai dari 1998, berawal dari resep keluarga yang diwariskan oleh almarhum ayah dari ibu desitalia.
Kemudian resep tersebut dikembangkan oleh sang suami, pak cecep agar sesuai dengan selera masa kini tanpa meninggalkan cita rasa tradisionalnya.
Nama Sa’arina memiliki filosofinya tersendiri, nama tersebut diambil dari bahasa sunda yang berarti sesempatnya.
Namun berbeda dengan maknanya, kini dapur mereka tidak pernah sepi dan terus memproduksi roti gambang untuk memenuhi orderan yang terus meningkat.
Setelah sempat viral di media sosial dan diliput beberapa stasiun televisi, permintaan terhadap roti gambang sa’arina melonjak drastis.
Perubahan drastis tersebut terlihat dari penggunaan tepung yang awalnya 4 kg per hari, kini karena produksi meningkat, penggunaan tepung hingga 20 kg per harinya.
Namun, mereka tetap mempertahankan membuat roti gambang dengan tanpa sentuhan mesin, sehingga cita rasa yang otentik lahir dari sentuhan tangan manusia.
“Saya tetap aduk manual. Kalau pakai mesin, roti bisa retak dan teksturnya beda,” ujar pak cecep.
Semua proses dilakukan dengan hati-hati, mulai dari membuat adunan, hingga masuk ke dalam oven.
Roti gambang kini memiliki beragam varian rasa, seperti original, keju, jahe, coklat, hingga talas keju. Salah satu daya tarik Saarina terletak pada oven tuanya yang telah berumur lebih dari 25 tahun.
Meskipun banyak usaha roti modern beralih ke peralatan digital, Pak Cecep memilih mempertahankan oven tersebut.
“Oven ini sudah menemani sejak awal. Selama masih bisa dipakai dan hasilnya bagus, saya nggak akan ganti,” ujarnya bangga.
Kini, Roti Gambang Saarina tak hanya dikenal di Bogor. Produk ini sudah menjadi oleh-oleh andalan yang menembus pasar global.
Banyak pelanggan membawa roti ini ke luar negeri, mulai dari Amerika, Jepang, Malaysia, Singapura, hingga Makkah saat berangkat umrah.
Untuk pesanan domestik, pengiriman rutin dilakukan ke seluruh penjuru Indonesia, dari Aceh hingga Makassar dan Malang.
Dengan harga yang sangat terjangkau mulai dari Rp10.000 untuk kemasan pouch/pot dan Rp25.000 untuk kemasan toples isi 15 potong.
Sa'arina berhasil mempertahankan keseimbangan antara kualitas premium dan harga bersahabat.
Tak heran jika kini omset harian mereka mencapai sekitar Rp2 juta, sebuah pencapaian luar biasa untuk usaha rumahan yang berawal dari dapur kecil.
Di balik kesuksesan itu, Ibu Desitalia tetap rendah hati. “Yang penting pelanggan senang dan ingat Bogor setiap kali makan roti kami,” ujarnya lembut.
Bagi pasangan ini, Roti Gambang Saarina bukan sekadar bisnis, tapi bentuk cinta terhadap tradisi, keluarga, dan kota kelahiran mereka.
Jika Anda berkunjung ke Bogor, jangan lewatkan kesempatan untuk mencicipi cita rasa warisan ini.
Kunjungi langsung rumah produksi Saarina di Babakan Sirna, Bogor, atau hubungi Ibu Desitalia untuk pemesanan.
Karena di setiap gigitan Roti Gambang Saarina, tersimpan kisah panjang tentang ketekunan, kejujuran, dan kehangatan keluarga Bogor yang tetap hidup hingga hari ini. (Yumna/SV IPB)
Editor : Yosep Awaludin