RADAR BOGOR - Laksa merupakan salah satu kuliner peranakan Melayu–Tionghoa yang terkenal di Asia Tenggara dan di Indonesia sendiri, ada beberapa varian laksa seperti Laksa Betawi, Laksa Banjar, dan Laksa Bogor.
Salah satu yang paling legendaris di Bogor adalah Laksa Pak Inin, kuliner yang sudah turun-temurun hingga tiga generasi dan tetap menjadi buruan wisatawan kuliner hingga kini.
Laksa Pak Inin dikenal sebagai salah satu penjual laksa khas Bogor tertua yang masih bertahan hingga saat ini.
Usaha ini telah diwariskan dari si Uyut, kemudian ke si Abah, lalu ke generasi ketiga yang kini masih menjalankan resep asli keluarga.
Meskipun kini proses pengolahan sudah menggunakan beberapa peralatan modern seperti mesin penggiling, cita rasa otentik Laksa Pak Inin tetap dijaga.
Proses pembuatan kuah dan bahan-bahannya masih mengikuti cara tradisional keluarga.
Keunikan Laksa Pak Inin terletak pada kuah santannya yang khas. Tidak seperti kebanyakan laksa lain, santan di sini bukan sekadar cairan hasil perasan kelapa, melainkan kelapa parut yang dihaluskan dan dimasak langsung di dalam kuah.
Proses ini membuat rasa gurih dan manisnya berpadu sempurna tanpa meninggalkan rasa enek.
Semua bahan diproses secara alami. Santan dibuat sendiri, tidak instan, dan dimasak menggunakan kayu bakar.
Cara ini bukan hanya membuat panas kuah lebih tahan lama, tapi juga memberi aroma asap yang khas, menjadikan rasanya semakin kaya dan otentik.
Dilansir dari YouTube Visitors ID Laksa Pak Inin memiliki isi yang cukup unik dibandingkan laksa dari daerah lain. Dalam satu mangkuknya terdapat bihun, tauge, kemangi, tahu putih atau tahu kuning, telur rebus, serundeng kelapa sangrai, oncom merah, ketupat atau lontong.
Kuahnya berwarna kuning pekat hasil perpaduan santan, kunyit, dan rempah lokal Bogor. Rasa yang dihasilkan dominan manis dengan sedikit gurih.
Saat ditambah serundeng, kuah menjadi lebih kompleks — manis, gurih, dan sedikit bertekstur dari kelapa sangrai.
Secara historis, laksa adalah hasil akulturasi budaya kuliner Tionghoa dan Melayu. Di Bogor, laksa berkembang menjadi hidangan khas dengan sentuhan lokal yang kuat.
Tidak ada bahan laut seperti pada Laksa Banjar atau Laksa Betawi, karena Bogor bukan daerah pesisir.
Sebaliknya, bahan-bahan nabati dan rempah-rempah lebih dominan. Campuran kemangi dan oncom merah menjadikan laksa Bogor terasa lebih segar dan ringan. Makanan ini juga tergolong ramah untuk vegetarian, terutama jika tanpa tambahan telur.
Ciri khas Laksa Pak Inin terletak pada kuah santan yang tidak dimasak lama, sehingga rasanya tetap segar, lembut, dan manis alami.
Bertahan selama tiga generasi bukanlah hal mudah, tetapi Laksa Pak Inin berhasil mempertahankan keaslian resepnya.
Cita rasa yang konsisten, bahan alami, dan metode memasak tradisional menjadikan laksa ini sebagai ikon kuliner legendaris Kota Bogor.
Lokasi tempat makan ini berada di Jl. RE. Soemantadiredja, Palasari, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Bagi pecinta kuliner tradisional, Laksa Pak Inin bisa masuk daftar kunjungan ketika berwisata ke Bogor — bukan hanya karena rasanya, tetapi juga karena nilai sejarah dan budaya yang terkandung di dalamnya.***
Editor : Eka Rahmawati