RADAR BOGOR – Kota Bogor kembali kedatangan pendatang baru di dunia kuliner. Sebuah restoran khas Makassar bernama Mamaco baru saja membuka cabangnya di kawasan Tegal Gundil, Bogor Utara, Kota Bogor dan langsung menarik perhatian warga sekitar.
Sejak hari pertama beroperasi, antrean pengunjung terlihat memenuhi area depan toko Mamaco yang berada tepat di Jalan Achmad Adnawijaya, seberang Perumahan Nusa Indah.
Dikutip dari Instagram @bogoreatery, yang membuat Mamaco ini berbeda adalah cara mereka meracik menu andalan, coto Makassar.
Tidak seperti kebanyakan resto Makassar yang menggunakan santan atau bahkan tambahan susu untuk membuat kuah lebih kental, Mamaco justru mengambil jalur berbeda.
Ketika ditanya rahasianya, sang pemilik hanya tersenyum sambil berkata singkat. “Kami pakai rempah, sis. Tidak santan, tidak susu,” katanya.
Banyak pelanggan sempat terkejut karena kuah coto yang disajikan tampak kental, gurih, dan pekat layaknya kuah bersantan.
Namun setelah mencicipi, rasa rempahnya terasa menonjol dan berbeda dari coto khas Makassar pada umumnya.
Di Makassar, coto identik dengan penggunaan tauco. Di Mamaco, mereka menyajikan versi resep keluarga, kuah gurih yang berasal dari rebusan daging berkualitas, dipadukan dengan saus cabai merah buatan sendiri, bukan tauco.
Rasa ini ternyata lebih cocok dengan lidah warga Bogor yang cenderung menyukai hidangan pedas gurih tanpa aroma fermentasi.
Menu yang ditawarkan sederhana namun konsisten pada ciri khasnya, seperti Coto Lidah, Coto Daging, Coto Campur yang berisi daging, lidah, hati, paru disajikan bersama buras atau nasi. Pelanggan bebas memilih apakah ingin isi daging penuh atau campur sesuai selera.
Banyak yang mengatakan tekstur dagingnya lembut, kuahnya hangat dan aromatik, serta sambal merahnya punya rasa yang menghentak, tapi tidak berlebihan.
Kedai ini juga menawarkan berbagai jenis minuman segar, salah satu yang paling dibicarakan adalah Es Pisang Ijo yang manis lembut dengan aroma khas pisang. Sirup merahnya terasa klasik dan tidak terlalu menyengat.
Selain itu ada Es Anana, minuman unik dari campuran timun, kemangi, dan jeruk nipis, paduan yang menyegarkan dan jarang ditemukan di tempat lain di Bogor.
Kombinasi daun kemangi dan jeruk membuat aromanya segar, sementara timun memberi efek adem yang cocok dinikmati setelah menyantap coto hangat.
Menu lain seperti Alpukat Kocok, Jus Naga, Jus Mangga, hingga Teh Manis Hangat melengkapi pilihan minuman.
Semua dibuat tanpa tambahan yang berlebihan, terasa seperti racikan rumahan yang sederhana.
Meskipun baru buka, Mamaco tampaknya sudah mencuri perhatian warga. Lokasinya yang strategis, menu yang autentik, hingga cara penyajiannya yang rapi membuat tempat ini cepat populer.
Banyak pengunjung mengapresiasi kejujuran rasa yang dibawa dari Makassar, namun tetap disesuaikan agar diterima oleh lidah warga Bogor.
Jam operasional pun cukup panjang, setiap hari Senin–Jumat buka pukul 10.00–21.00 WIB, Sabtu–Minggu pukul 08.00–21.00 WIB, Keunikan resep turun-temurun ini tampaknya menjadi kekuatan utama Mamaco.
Di tengah banyaknya kuliner baru yang bermunculan, menghadirkan masakan rumahan yang jujur dan apa adanya justru mampu menciptakan pengalaman yang meninggalkan kesan.
Jika tren ini terus berlanjut, bukan tidak mungkin Mamaco akan menjadi salah satu ikon kuliner Makassar di Bogor. (Yumna/SV IPB)
Editor : Yosep Awaludin