Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Bakso Rudal Pakdhe Han: dari Gerobak Kayu ke Ikon Rasa yang Dirindukan Warga Bogor

Yosep Awaludin • Sabtu, 13 Desember 2025 | 19:02 WIB
Menu yang disajikan di Bakso Rudal Pakdhe Han Bogor.
Menu yang disajikan di Bakso Rudal Pakdhe Han Bogor.

RADAR BOGOR – Di balik aroma kuah gurih yang mengepul setiap hari, ada kisah sederhana yang terus hidup di sebuah kedai bakso legendaris di Bogor. Namanya Bakso Rudal Pakdhe Han.

Banyak orang mengenal Bakso Rudal Pakdhe Han sebagai tempat yang harus disinggahi ketika berburu bakso, tapi tak banyak yang tahu bahwa perjalanan kedai ini berawal dari sebuah gerobak kayu di sebuah desa kecil, puluhan tahun lalu.

“Dulu cuma gerobak. Panas, hujan, tetap jualan,” begitu tulis pemilim Bakso Rudal Pakdhe Han dalam postingan Instagram @bakso_rudal_asli. Kini, warisan rasa itu bertahan dan justru semakin dicari banyak orang.

Resep turun-temurun yang menjadi nyawa dari setiap mangkuk bakso yang disajikan, dagingnya padat, kuahnya gurih nendang, dan topping-nya tak pernah pelit.

Masuk ke kedainya yang kini berdiri dua lantai di kawasan Summarecon Bogor, pengunjung langsung disambut bau kuah kaldu yang kuat dan deretan pilihan bakso.

Bakso Rudal, menu andalan sekaligus ikon, memiliki ukuran yang tak biasa. Diameter besarnya satu butir bakso bisa jadi cukup untuk 2–3 orang.

Selain bakso rudal jumbo, ada varian yang tak kalah dicari yaitu Bakso Daging Super yang tebal, Bakso Tulang Rangu dengan sensasi krauk-krauk ketika digigit, serta Bakso Telur dengan isian lembut.

Kuahnya gurih, aromanya kuat namun tidak membuat enek, dan ketika dicampur dengan sambal serta kecap asin, rasanya semakin lengkap.

Bagi mereka yang tumbuh besar di Bogor, nama Pakdhe Han memang tidak asing. Kedai ini sudah berdiri sejak 1985 dan hingga kini tetap menjaga gaya penyajian klasik yaitu bakso padat, kuah panas, dan topping tulang rangu yang lunak sehingga mudah digigit.

Bukan cuma baksonya yang mengenyangkan, minuman yang disediakan pun tak kalah unik. Banyak pelanggan kerap terkejut melihat ukuran es teh jumbo yang bisa diminum beberapa orang sekaligus. Cocok untuk menyegarkan tenggorokan setelah menyantap bakso bersambal.

Dari sisi harga, Bakso Rudal Pakdhe Han termasuk ramah di kantong. Seporsi bakso dibanderol mulai Rp25 ribu hingga Rp50 ribu, tergantung varian yang dipilih.

Untuk ukuran bakso jumbo yang bisa dishare bersama, harga ini dianggap wajar oleh para pelanggan.

Lokasinya yang kini berada tak jauh dari Graha Boulevard, Summarecon Bogor, juga membuat kedai ini semakin mudah ditemukan.

Pengunjung cukup masuk sedikit ke arah kiri jalan, lalu mengikuti jalur lurus hingga menemukan plang kedai di sisi kiri.

Tempatnya bersih, rapi, dan memiliki cukup ruang untuk pengunjung keluarga, termasuk area di lantai dua untuk kapasitas yang lebih besar.

Lebih dari sekadar tempat makan, Bakso Rudal Pakdhe Han menjadi bagian dari cerita hidup banyak orang yang mulai dari pelanggan lama yang datang untuk mengenang masa lalu hingga generasi baru yang penasaran dengan bakso yang disebut-sebut penuh kejutan di dalamnya.

Usaha yang dimulai dari gerobak kayu itu kini menjelma menjadi salah satu ikon rasa di Bogor. Setiap mangkuk bukan hanya menyajikan bakso, tetapi juga menghadirkan jejak perjuangan dan rasa yang tak tergantikan.

Dan bagi siapa pun yang berkunjung ke Bogor, kedai ini menjadi satu tempat yang seolah memanggil: jangan lewatkan kesempatan mencicipi bakso yang telah melewati perjalanan panjang sejak 1985. (Yumna/SV IPB)

Editor : Yosep Awaludin
#bogor #Bakso Rudal #gerobak kayu