RADAR BOGOR — Di tengah ramainya pertumbuhan coffee shop di Kota Bogor, ada satu tempat yang justru masih jarang disebut, padahal kenyamanannya patut diperhitungkan. Monero Cafe namanya.
Monero Cafe merupakan sebuah coffee shop berkonsep industrial minimalis, perlahan menjadi pilihan bagi mereka yang mencari suasana tenang untuk bekerja, berdiskusi, atau sekadar menikmati waktu tanpa terburu-buru.
Monero Cafe berlokasi di Jalan Sholeh Iskandar No. 91, Kedungbadak, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, tepat di depan depo bangunan yang mudah dikenali.
Lokasinya berada di jalur utama yang cukup ramai, namun begitu masuk ke area kafe, suasananya justru terasa lebih adem dan jauh dari hiruk pikuk jalanan.
Bangunan Monero terdiri dari dua lantai dengan penataan ruang yang rapi dan lega. Konsep industrial yang diusung terlihat dari dominasi warna netral, elemen besi, serta desain interior yang sederhana namun tetap estetik.
Cahaya alami yang masuk dari beberapa sudut ruangan membuat suasana semakin nyaman, terutama bagi pengunjung yang datang untuk bekerja dalam waktu lama.
Tak sedikit pengunjung yang memanfaatkan Monero sebagai tempat work from cafe. Meja-meja yang tertata dengan jarak cukup, koneksi Wi-Fi.
Serta atmosfer yang relatif tenang menjadi kombinasi ideal bagi mahasiswa, pekerja lepas, hingga karyawan yang membutuhkan suasana kerja alternatif.
Di beberapa sudut, terlihat pengunjung sibuk dengan laptop, sementara lainnya menikmati obrolan santai tanpa kebisingan berlebih.
Selain tempatnya yang mendukung aktivitas produktif, Monero Cafe juga menawarkan menu makanan dan minuman yang menjadi nilai tambah.
Menu makanannya tidak sekadar pelengkap kopi. Salah satu yang cukup menarik perhatian adalah menu poviet mam.
Sekilas tampilannya sederhana, namun saat disantap, rasanya gurih dengan kuah kaldu yang terasa ringan.
Perasan jeruk nipis memberikan sentuhan asam segar yang membuat hidangan ini terasa lebih hidup.
Menu lain yang tak kalah menarik adalah beef tea basil. Potongan daging cincang disajikan dengan kuah hangat yang aromanya khas, menghadirkan rasa gurih dengan sentuhan manis yang seimbang.
Menu-menu ini kerap menjadi pilihan bagi pengunjung yang ingin makan ringan namun tetap mengenyangkan saat bekerja.
Untuk minuman, Monero menawarkan berbagai pilihan non-kopi yang menyegarkan. Red Punch dan Bitter Love menjadi rekomendasi bagi mereka yang menyukai rasa asam segar.
Kedua minuman ini terasa ringan dan cocok dinikmati di siang hari, terutama saat ingin rehat sejenak dari aktivitas.
Dari sisi harga, Monero Cafe tergolong ramah di kantong untuk ukuran coffee shop dengan konsep dan fasilitas yang ditawarkan.
Rata-rata pengeluaran per orang berkisar antara Rp25.000 hingga Rp75.000, tergantung menu yang dipilih.
Rentang harga tersebut membuat Monero cukup fleksibel, baik untuk sekadar ngopi singkat maupun makan sambil bekerja berjam-jam.
Fasilitas yang tersedia juga cukup lengkap. Selain area indoor berpendingin udara, tersedia pula area semi-outdoor yang teduh bagi pengunjung yang ingin suasana lebih santai.
Area parkir yang memadai turut menjadi nilai plus, terutama bagi pengunjung yang datang menggunakan kendaraan pribadi.
Bagi sebagian orang, Monero Cafe mungkin bukan tempat yang ramai dibicarakan di media sosial.
Namun justru di situlah letak daya tariknya. Tanpa hingar-bingar, Monero hadir sebagai ruang singgah yang tenang, nyaman, dan fungsional.
Sebuah tempat yang membuktikan bahwa coffee shop tidak selalu harus ramai untuk bisa dinikmati. (Yumna/SV IPB)
Editor : Yosep Awaludin