RADAR BOGOR - Di setiap makanan selalu ada rasa, dan di setiap rasa selalu tersimpan cerita.
Salah satu jajanan tradisional yang hingga kini masih bertahan di tengah gempuran kuliner modern adalah kue ape.
Jajanan jadul ini kembali menarik perhatian karena keunikannya, baik dari segi rasa, proses pembuatan, hingga cara memasaknya yang masih tradisional.
Apa Itu kue Ape?
Kue ape adalah jajanan tradisional Indonesia yang dibuat dari adonan tepung beras, santan, gula, dan pandan.
Ciri khasnya terletak pada bagian pinggir yang kering dan renyah, sementara bagian tengahnya lembut dan sedikit basah.
Aroma pandan yang harum semakin menggugah selera, terutama saat kue ini disajikan dalam keadaan hangat.
Kue ini sering disebut juga sebagai salah satu jajanan jadul yang dahulu mudah ditemukan di pasar tradisional maupun pedagang kaki lima.
Proses Pembuatan
Meski terlihat sederhana, membuat kue ape ternyata tidak mudah.
Proses memasaknya membutuhkan pengaturan suhu yang sangat pas.
Jika terlalu panas, kue bisa gosong.
Sebaliknya, jika kurang panas, adonan akan lengket dan tidak matang sempurna.
Menariknya, di Bogor masih ada penjual kue ape yang memasaknya dengan menggunakan arang.
Baca Juga: Bansos BPNT Tahap 4 2025 Belum Cair hingga Januari 2026, Ini Sinyal Penting dari Status SIKS-NG KPM
Cara ini dipercaya mampu menghasilkan panas yang lebih merata dan cita rasa khas yang sulit ditiru oleh kompor gas.
Namun, penggunaan arang juga memiliki tantangan tersendiri karena membutuhkan ketelatenan dan biaya yang tidak sedikit.
Dalam sehari, penjual bisa menghabiskan hingga 2 kilogram arang, dengan produksi adonan sekitar 2 kilogram kue per hari.
Meski demikian, hasil penjualan tidak selalu habis, tergantung kondisi dan keramaian pembeli.
Harga Kue Ape
Salah satu daya tarik utama kue ape adalah harganya yang sangat terjangkau.
Di kawasan Bantar Kemang, Kota Bogor, kue ape dijual dengan harga Rp5.000 anda sudah dapat empat buah.
Dengan harga tersebut, pembeli sudah mendapatkan jajanan hangat, harum pandan, dan penuh nostalgia.
Kue ape paling nikmat disantap saat baru matang.
Baca Juga: Bansos BPNT Tahap 4 Susulan Rp600 Ribu Terpantau Cair Hari Ini, KPM Cek Saldo KKS Lewat Mesin ATM
Saat masih hangat, bagian pinggirnya tetap lembut.
Namun, ketika sudah dingin, teksturnya akan berubah menjadi lebih kering dan keras, sesuai dengan karakter aslinya.
Bagi Anda yang ingin mencicipi kue ape tradisional ini, penjualnya dapat ditemukan di jalan Rambutan, Bantar Kemang, kota Bogor.
Patokannya Depan Taman Pocket, seberang gerai Momoyo.
Lokasi ini cukup mudah dijangkau dan sering menjadi incaran pencinta jajanan tradisional.
Baca Juga: Hadapi Porprov Jabar 2026, Tim Selam Kota Bogor Optimis Raih Medali Emas
Warisan Kuliner
Di tengah maraknya jajanan kekinian, keberadaan kue ape menjadi pengingat akan kekayaan kuliner tradisional Indonesia.
Proses pembuatan yang penuh perjuangan, harga yang tetap ramah di kantong, serta rasa khas yang tidak berubah sejak dulu menjadikan kue ape layak untuk terus dilestarikan.
Jika Anda berkunjung ke Bogor, jangan lewatkan kesempatan untuk mencicipi kue ape jadul yang masih dibuat dengan cara tradisional ini.
Selain mengenyangkan, kue ape juga menghadirkan rasa nostalgia yang sulit dilupakan.***
Editor : Asep Suhendar