RADAR BOGOR - Jika Anda berkunjung ke kawasan Jalan Suryakencana, Bogor, ada satu kudapan khas yang pantas dicoba, namanya Cungkring Pak Jumat.
Dikutip dari YouTube Evan Media, kuliner tradisional ini bukan sekadar makanan, melainkan warisan rasa yang sudah bertahan melintasi zaman.
Cungkring Pak Jumat bukanlah pemain baru di dunia kuliner Bogor. Usaha ini sudah eksis sejak tahun 1975.
Saat ini, tongkat estafet kepengurusan dipegang oleh generasi kedua, yang telah melayani pelanggan selama kurang lebih 13 tahun.
Uniknya, penjual masih mempertahankan pikulan asli peninggalan sang ayah sebagai tempat berjualan. Hal ini memberikan kesan nostalgia yang kuat bagi siapa saja yang datang berkunjung.
Istilah "Cungkring" merujuk pada bahan utamanya, yaitu bagian kaki sapi (kikil dan urat). Satu porsi standar cungkring biasanya terdiri dari:
• Lontong: Memiliki tekstur yang padat namun tetap lembut.
• Kikil dan Urat: Diolah dengan bumbu kuning yang gurih hingga teksturnya menjadi empuk dan kenyal.
• Gorengan Tempe: Tempe yang diiris tipis dengan bumbu ketumbar yang khas, memberikan tekstur renyah.
• Saus Kacang: Bumbu kacang kental dengan perpaduan rasa manis, gurih, dan sedikit pedas.
Sebagai pelengkap, kuliner ini biasanya ditambahkan kecap manis lokal dan sambal bagi Anda pecinta rasa pedas.
Meskipun buka dari pukul 07.00 hingga 10.00 WIB, Cungkring Pak Jumat sering kali habis jauh sebelum waktu tutup.
Tingginya minat pelanggan membuat 100 porsi bisa ludes hanya dalam waktu sekitar 2 jam saja.
Jika Anda datang lewat pukul 09.00 pagi, kemungkinan besar hanya akan menemukan sisa-sisa urat atau kikil, karena lontong dan gorengannya paling cepat habis.
Sobat Bogor dapat menemukan Cungkring Pak Jumat di Jl. Suryakencana No.285, Babakan Ps, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Jawa Barat 16123, tepatnya di perempatan Gang Aut (depan KPD Aut), Bogor.
Harga Standar: Rp20.000 per porsi.
Jika sobat Bogor menambah ekstra kikil atau urat, harga akan menyesuaikan (misalnya sekitar Rp34.000 untuk porsi jumbo).
Menyantap Cungkring Pak Jumat langsung di pinggir jalan Suryakencana memberikan sensasi kuliner autentik khas Kota Hujan.***
Editor : Asep Suhendar