Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

3 Warteg Legendaris di Bogor: Masak Pakai Tungku Kayu, Bersih, Murah, dan Rasanya Bikin Nagih

Khairunnisa RB • Sabtu, 7 Februari 2026 | 05:44 WIB
ilustrasi makanan di warteg legendaris yang ada di Bogor Jawa Barat.
ilustrasi makanan di warteg legendaris yang ada di Bogor Jawa Barat.

RADAR BOGOR – Kota Bogor tak hanya dikenal dengan wisata alam dan udara sejuknya, tetapi juga memiliki kekayaan kuliner sederhana yang selalu dirindukan masyarakat, yakni warung tegal atau warteg.

Di balik tampilannya yang sederhana, warteg menyimpan cita rasa rumahan yang jujur, hangat, dan penuh kenangan.

Berikut ini tiga warteg legendaris di Bogor sebagaimana dilansir dari kanal YouTube Ria SW.

Ketiganya memiliki ciri khas masing-masing, mulai dari yang masih menggunakan tungku kayu, mengutamakan kebersihan, hingga menyajikan rasa rumahan dengan harga terjangkau.

1. Warung Ceu Enung 

Warteg legendaris pertama di BOGOR adalah Warung Ceu Enung.

Warteg ini masih mempertahankan cara memasak tradisional menggunakan tungku kayu bakar.

Metode ini kini semakin jarang ditemukan, namun justru menjadi daya tarik utama.

Aroma asap kayu yang khas berpadu dengan masakan Sunda tradisional, menciptakan cita rasa yang lebih kuat dan menggugah selera.

Warteg ini juga menerapkan konsep prasmanan, di mana pengunjung bebas mengambil lauk sendiri sesuai keinginan.

Menu yang tersedia cukup beragam, seperti perkedel, kentang balado, tempe, kacang panjang, dan sambal teri.

Kentang balado dan sambalnya menjadi favorit karena pedas, gurih, dan memiliki rasa asin khas ikan teri.

Suasana sekitar yang hangat serta interaksi dengan warga setempat membuat pengalaman makan semakin berkesan.

Berlokasi di jalan Rangga Mekar, Bogor, Warung Ceu Enung buka mulai pukul 06.00 - 16.00 WIB.

2. Warteg Sifren Lodaya

Warteg kedua ini dikenal dengan kebersihan dan pelayanannya yang baik.

Etalase makanan selalu dibersihkan, piring diganti secara rutin, dan meja dilap sebelum digunakan pelanggan.

Tindakan kecil ini memberikan rasa aman dan nyaman bagi pengunjung.

Warteg ini menjadi pilihan tepat bagi mereka yang mengutamakan kebersihan saat makan di luar.

Menu andalan di tempat ini antara lain kangkung tumis, telur dadar, dan usus ayam.

Ketiganya memiliki rasa yang pas, tidak berlebihan bumbu, serta tekstur yang empuk.

Minuman seperti kopi sederhana dan teh gelas turut melengkapi suasana santai, membuat pelanggan betah berlama-lama.

Warteg Sifren terletak di Jalan Lodaya I No.6 Bogor dan buka mulai pukul 07.00 - 22.00 WIB.

3. Warteg Mak Koyah

Warteg ketiga berlokasi di Jalan Perdana Raya, Bogor.

Tempat ini dikenal dengan harga yang ramah di kantong dan rasa masakan yang seimbang.

Masakan di warteg ini tidak pelit bumbu, namun juga tidak berlebihan.

Semua rasa terasa pas, mulai dari gurih, manis, asin, hingga pedas.

Menu favorit yang banyak diminati adalah ikan tongkol, tempe orek, dan sambal khas.

Ikan tongkol terasa segar dan gurih, meski masih terdapat tulang.

Sementara sambalnya memiliki rasa pedas yang sedikit mengingatkan pada masakan Padang.

Perpaduan rasa tersebut membuat menu di warteg ini terasa seperti masakan rumah sendiri.

Warteg Mak Koyah ini terletak di Jalan Perdana Raya, Bogor dan buka mulai pukul 06.00-21.30 WIB.

Di tengah kemacetan kota dan kesibukan sehari-hari, warteg menjadi tempat singgah yang menghadirkan kenyamanan sederhana.

Dari suasana tradisional, pelayanan ramah, hingga cita rasa rumahan, semuanya menjadi alasan mengapa warteg tetap dicintai lintas generasi.

Bagi wisatawan maupun warga lokal yang berkunjung ke Bogor, menjelajahi warteg bisa menjadi alternatif wisata kuliner yang unik dan berkesan.

Tiga warteg legendaris ini menjadi bukti bahwa kesederhanaan, jika dirawat dengan baik, mampu menciptakan pengalaman yang tak terlupakan.***

Editor : Asep Suhendar
#bogor #kuliner #warteg