RADAR BOGOR - Memasuki bulan Ramadhan, banyak masyarakat yang mulai lebih memperhatikan pola makan dan minum demi menjaga kesehatan selama berpuasa.
Salah satu kebiasaan yang cukup populer adalah mengonsumsi ramuan herbal seperti jahe, kunyit, serai, dan madu secara rutin.
Namun, muncul pertanyaan dari sebagian orang: apakah kebiasaan ini tetap baik dilakukan saat puasa dan berlanjut hingga beberapa bulan ke depan?
Apakah aman dikonsumsi rutin, atau justru perlu dikombinasikan dengan ramuan lain?
Tetap Aman dan Dianjurkan, Terutama di Malam Hari
Dilansir dari kanal YouTube dr. Zaidul Akbar Official, dijelaskan bahwa mengonsumsi ramuan herbal seperti jahe, kunyit, serai, dan madu secara rutin saat bulan puasa tidak menjadi masalah.
Bahkan, kebiasaan ini dinilai sangat baik untuk kesehatan tubuh.
“Silakan saja dikonsumsi, malah sangat baik, terutama di waktu malam menjelang tidur,” ujar dr. Zaidul Akbar.
Menurutnya, minum ramuan herbal sebelum tidur dapat membantu tubuh dalam proses membersihkan sel-sel yang mengalami oksidasi.
Proses ini penting karena sel-sel yang teroksidasi dapat memicu berbagai gangguan kesehatan jika dibiarkan menumpuk.
Dengan kata lain, konsumsi herbal di malam hari dapat membantu proses regenerasi dan pemulihan tubuh selama istirahat.
Baca Juga: Sanubari Coffee and Eatery, Tempat Ngopi Syahdu di Puncak Bogor dengan Suara Alami Sungai
Aman Dikonsumsi Saat Sahur
Tak hanya di malam hari, ramuan herbal juga aman dikonsumsi saat sahur.
Dokter tersebut menjelaskan bahwa minuman herbal saat sahur dapat membantu menjaga daya tahan tubuh selama menjalani puasa seharian.
“Termasuk juga saat sahur, insyaallah tidak ada masalah. Silakan saja,” sambungnya.
Dengan asupan herbal yang tepat, tubuh dinilai akan lebih siap menghadapi aktivitas sepanjang hari tanpa mudah lelah atau lemas.
Boleh Dikombinasikan dengan Ramuan Lain
Menariknya, dokter juga menyarankan agar ramuan herbal tidak hanya terpaku pada satu jenis saja.
Selama tidak menimbulkan gangguan pada pencernaan, masyarakat dianjurkan untuk mencoba berbagai kombinasi.
“Kalau mau ditambahkan dengan ramuan lain, boleh juga. Malah lebih bagus, sepanjang tidak ada masalah pencernaan,” jelasnya.
dr. Zaidul Akbar menegaskan bahwa semakin beragam jenis ramuan herbal yang dikonsumsi, maka semakin banyak pula manfaat yang bisa diperoleh tubuh.
Variasi Herbal Bisa Tingkatkan Manfaat
Dalam penjelasannya, dokter memberikan contoh variasi ramuan yang bisa dicoba secara bergantian, seperti:
Hari ini: jahe dan serai
Besok: jahe dan pandan
Hari berikutnya: kencur
Lalu dikombinasikan dengan madu atau rempah lain.
Dengan variasi tersebut, tubuh akan mendapatkan berbagai jenis nutrisi dan senyawa aktif dari tanaman herbal yang berbeda.
“Semakin banyak ragam yang masuk, insyaallah tubuh semakin sehat,” ungkapnya.
Kunci Utama: Tidak Berlebihan
Meski ramuan herbal memiliki banyak manfaat, dokter tetap mengingatkan agar tidak mengonsumsinya secara berlebihan.
Segala sesuatu yang dikonsumsi secara berlebihan tetap berpotensi menimbulkan efek samping.
Konsumsi herbal yang wajar dan seimbang justru akan membantu menjaga fungsi organ tubuh, terutama sistem pencernaan dan metabolisme.
Manfaat Ramuan Herbal bagi Tubuh Saat Puasa
Berdasarkan penjelasan tersebut, ramuan jahe, kunyit, serai, dan madu memiliki berbagai manfaat, di antaranya:
• Meningkatkan daya tahan tubuh
• Membantu melancarkan pencernaan
• Mengurangi peradangan
• Menjaga stamina selama puasa
• Membantu detoksifikasi alami tubuh
• Menjaga kebugaran dan kualitas tidur
Tak heran jika ramuan tradisional ini masih menjadi pilihan utama masyarakat hingga saat ini.
Tradisi Sehat yang Perlu Dilestarikan
Kebiasaan mengonsumsi jamu dan ramuan herbal sejatinya merupakan warisan budaya yang telah dilakukan turun-temurun.
Di tengah maraknya minuman instan dan suplemen modern, kebiasaan ini tetap relevan karena menggunakan bahan alami yang mudah ditemukan.
Dengan pengolahan yang tepat dan konsumsi yang bijak, ramuan herbal dapat menjadi pendukung gaya hidup sehat, khususnya selama bulan Ramadhan.
Mengonsumsi ramuan jahe, kunyit, serai, dan madu secara rutin saat puasa ternyata tidak hanya aman, tetapi juga dianjurkan.
Konsumsi di malam hari dan saat sahur dapat membantu menjaga kesehatan tubuh, membersihkan sel-sel teroksidasi, serta meningkatkan stamina.
Ditambah dengan variasi ramuan lain dan tidak berlebihan, kebiasaan ini bisa menjadi investasi kesehatan jangka panjang.
Bagi masyarakat yang ingin tetap bugar selama Ramadan hingga setelahnya, ramuan herbal alami bisa menjadi pilihan yang patut dipertimbangkan.
Namun, kondisi kesehatan tertentu, sebaiknya pembaca tetap berkonsultasi langsung dengan dokter atau tenaga medis terpercaya.***
Editor : Asep Suhendar