Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Cuma Rp28 Ribu, Bakso PMI Legendaris di Bogor, Punya Isian Daging Melimpah yang Bikin Orang Rela Antre

Khairunnisa RB • Selasa, 17 Februari 2026 | 13:24 WIB
Bakso PMI
Bakso PMI

RADAR BOGOR – Bogor memang tidak pernah kehabisan kejutan soal kuliner.

Kota hujan ini selalu punya daftar panjang makanan legendaris yang bikin wisatawan rela datang jauh-jauh hanya demi satu mangkuk kelezatan.

Di antara sekian banyak pilihan, ada satu nama yang terus dibicarakan lintas generasi, Bakso PMI, tempat makan bakso legendaris yang sudah eksis sejak tahun 1980 dan masih jadi favorit hingga sekarang.

Nama “PMI” ternyata bukan sekadar kebetulan atau singkatan biasa.

Banyak orang mengira namanya terkait dengan Palang Merah Indonesia karena lokasi awalnya memang berada di belakang kantor lembaga tersebut.

Namun, faktanya, PMI di sini berarti Puas Mantap Isinya.

Nama ini bukan sekadar slogan, melainkan janji rasa yang sudah terbukti selama puluhan tahun.

Sejak pertama kali buka, warung ini langsung menarik perhatian warga lokal.

Aroma kaldu sapi yang gurih, bakso bertekstur padat namun empuk, serta porsi yang mengenyangkan membuat pelanggan datang kembali dan kembali lagi.

Kini, meski sudah memiliki cabang baru di kawasan ruko modern, cabang lamanya tetap punya daya tarik nostalgia tersendiri.

Dilansir dari Instagram @bakso_pmi, salah satu menu paling diburu di sini adalah bakso rudal, julukan untuk bakso berukuran besar yang diisi cacahan daging dan urat sapi melimpah.

Begitu dibelah, isiannya langsung terlihat padat dan menggoda.

Sensasi pertama saat menggigit adalah perpaduan tekstur kenyal di luar dan gurih juicy di dalam.

Kuahnya juga bukan kuah biasa. Kaldu direbus lama dengan tulang sapi pilihan hingga menghasilkan rasa gurih alami tanpa perlu banyak penyedap tambahan.

Hasilnya, satu suapan saja sudah cukup membuat lidah langsung sadar bahwa ini bukan bakso sembarangan.

Harga seporsi bakso campur di sini berkisar sekitar Rp28.000, angka yang tergolong ramah kantong untuk kualitas rasa dan porsi yang didapat.

Tidak heran kalau banyak pelanggan menyebut tempat ini sebagai “hidden gem yang sebenarnya sudah lama terkenal”.

Datang di jam makan siang, jangan kaget kalau harus antre. Kursi sering penuh, dan pengunjung silih berganti datang.

Mulai dari pelajar, pekerja kantoran, hingga wisatawan luar kota, semua bercampur jadi satu. Suasana ramai justru menjadi bukti reputasi rasa yang konsisten.

Menariknya, meski ramai, pelayanan tetap cepat.

Sistem penyajian yang sudah terlatih selama puluhan tahun membuat pesanan tetap keluar dengan waktu tunggu yang wajar.

Ini salah satu alasan pelanggan setia tetap memilih tempat ini dibanding bakso lain.

Ada banyak tempat makan bakso baru bermunculan, bahkan yang viral di media sosial sekalipun.

Namun, hanya sedikit yang mampu bertahan puluhan tahun seperti Bakso PMI. Rahasianya ada pada tiga hal utama:

• Konsistensi rasa sejak dulu hingga sekarang.

• Bahan berkualitas tanpa kompromi.

• Cita rasa klasik yang tidak mengikuti tren, tetapi justru menciptakan standar sendiri.

Di tengah gempuran tren kuliner modern, bakso klasik seperti ini justru terasa semakin spesial karena menghadirkan rasa nostalgia.

Bagi pecinta kuliner, mencicipi bakso di tempat legendaris seperti ini bukan sekadar makan, tetapi pengalaman.

Ada cerita sejarah, ada tradisi rasa, dan ada kepuasan sederhana dari semangkuk bakso panas yang menenangkan.

Jadi, kalau suatu hari kamu berkunjung ke Bogor, jangan cuma cari tempat hits di media sosial.

Sisihkan waktu untuk mampir dan mencicipi sendiri kenapa tempat ini masih jadi primadona sejak era kaset hingga zaman digital.

Siap-siap ketagihan, karena sekali coba, biasanya langsung masuk daftar bakso favorit seumur hidup.***

Editor : Eli Kustiyawati
#bogor #Bakso PMI #bakso legendaris #kuliner