RADAR BOGOR - Buat warga Bogor yang lagi nyari tempat bukber Ramadhan yang beda dari biasanya, boleh nih melirik ke arah Tangerang Selatan.
Jaraknya memang agak jauhan, tapi percaya deh, perjalanannya bakal terbayar begitu kalian sampai di tempat makan satu ini.
Namanya Omah Mbah Wie, sebuah rumah makan dengan konsep tradisional khas Jawa yang bikin siapapun langsung berasa pulang kampung.
Omah Mbah Wie berlokasi di Jalan Lengkong Karya Nomor 41, Kecamatan Serpong, Tangerang Selatan.
Lokasinya cukup mudah ditemukan karena berada di pinggir jalan besar, tidak jauh dari sekolah BINUS.
Dari arah sekolah BINUS, tinggal belok kanan dan restoran ini sudah terlihat di sisi kiri jalan. Bisa juga langsung ketik "Omah Mbah Wie" di Google Maps.
Soal suasana, ini yang jadi daya tarik utamanya. Begitu masuk, pengunjung langsung disambut nuansa pedesaan Jawa yang kental.
Dinding dari bilik bambu, sofa kayu anyaman, pajangan foto-foto jadul tempo dulu, motor tua, sepeda ontel, sampai kolam ikan di sisi belakang resto, semuanya bikin suasana terasa hangat dan nostalgia.
Seperti makan di rumah nenek di desa, begitu kira-kira konsep yang ingin dihadirkan oleh pengelolanya.
Nama Omah Mbah Wie sendiri berarti "rumahnya Mbah Wie", yang menggambarkan filosofi sederhana yaitu tempat berkumpul, makan bersama, dan merasakan kehangatan rumahan yang penuh rasa rindu.
Tempat ini mulai dibuka untuk umum sekitar tahun 2025 dan langsung mendapat sambutan yang baik karena konsepnya yang unik dan berbeda.
Area restorannya cukup luas dengan beberapa zona.
Ada area semi indoor yang ditutup kain, ruangan private ber-AC yang bisa dipakai untuk acara khusus dengan kapasitas sekitar empat meja kayu masing-masing empat orang, pojok gorengan dadakan yang menyajikan camilan panas langsung saat dipesan, dan area minuman untuk kopi dan lain-lain.
Ada juga area surabi dan gerobak Tek-tek Jowo yang khusus buka mulai jam 3 sore.
Untuk jam operasional, Omah Mbah Wie buka setiap hari dari jam 7 pagi sampai jam 11 malam.
Selama bulan Ramadhan, bukanya dari jam 3 sore. Layanan prasmanan tersedia dari jam 9 pagi sampai jam 3 sore atau sampai habis.
Nah, soal menu, ini yang bakal bikin para pecinta masakan Jawa langsung jatuh hati. Menu di sini mengusung masakan khas Kebumen dengan cita rasa rumahan yang otentik.
Tersedia berbagai lauk seperti ayam kemangi, ayam sambal hijau, cumi cabe hijau, ikan nila dabu-dabu, balado terong, kentang balado, daun singkong rebon, dan masih banyak lagi.
Pilihan sambalnya pun ada tiga macam. Selain lauk prasmanan, ada juga menu andalan seperti bakmi Jawa, mie nyemek, dan nasi goreng mawut.
Yang bikin makin menarik adalah harganya yang sangat bersahabat. Contohnya, ayam kemangi cuma sekitar Rp7.000, balado terong Rp4.000, cumi cabe hijau Rp15.000, ikan nila dabu-dabu Rp20.000, kentang balado Rp5.000, daun singkong rebon Rp3.000, dan tempe mendoan Rp15.000 dapat tiga potong.
Seporsi makan dengan beberapa lauk plus PPN hanya sekitar Rp100.000-an. Sangat ramah di kantong untuk ukuran restoran berkonsep dan bernuansa seperti ini.
Dengan harga terjangkau, suasana tempo dulu yang instagramable, menu masakan Jawa yang autentik, dan konsep kebersamaan yang hangat, Omah Mbah Wi bisa jadi pilihan menarik untuk bukber Ramadhan bersama keluarga, teman kantor, atau komunitas.
Baca Juga: Review Jujur Ayam Goreng Trolok Khas Bogor, Food Vlogger Ternama Ini Sebut Lalapannya 'Sekebon'
Cocok juga buat warga Bogor yang ingin sekalian jalan-jalan ke BSD dan sekitarnya.
Untuk reservasi, bisa langsung hubungi pihak restoran melalui nomor yang tertera di Google Maps atau media sosial mereka.***
Editor : Eli Kustiyawati