RADAR BOGOR – Kota Semarang dikenal sebagai surga oleh-oleh khas. Salah satu yang terkenal adalah Bandeng Juwana Elrina, yang bagi banyak pemudik, kunjungan ke kota ini belum lengkap tanpa membawa pulang bandeng presto. Toko oleh-oleh ini bahkan sudah menjadi bagian dari tradisi mudik selama puluhan tahun.
Jason Nathaniel Kusmadi, cucu pendiri Bandeng Juwana Elrina Semarang menceritakan bahwa almarhum kakeknya awalnya ingin membuka usaha sendiri agar bisa menyekolahkan anak-anaknya hingga ke jenjang pendidikan tinggi, bahkan ke luar negeri.
Rencana membuka bakery urung dilakukan karena keterbatasan modal, hingga akhirnya terinspirasi berjualan Bandeng Juwana Elrina karena banyak penjual bandeng di sekitar rumahnya di Semarang.
Baca Juga: Bansos Cair Dobel Setelah Lebaran? Ini Penjelasan Terbaru PKH dan BPNT Tahap 2 yang Ditunggu KPM
Keluarga kemudian mencoba memasak dan menjual bandeng sendiri di depan rumah. Usaha ini resmi dimulai pada 3 Januari 1981, meski saat itu masih berbentuk stand kecil yang menempel di rumah sekaligus tempat tinggal dan praktik dokter.
Usaha tersebut berkembang cukup pesat. Tiga tahun kemudian, pada 1984, stand sederhana itu berubah menjadi toko oleh-oleh resmi dengan bandeng duri lunak atau bandeng presto sebagai produk unggulan.
Seiring waktu, variasi produk terus bertambah, termasuk bandeng asap, bandeng dalam sangkar, otak-otak bandeng, dan boneless bandeng. Jason menyadari bahwa hanya menjual bandeng tidak cukup untuk bersaing, sehingga mereka menambah produk lain seperti wingko babat, lumpia, tahu bakso, dan bakpia.
Bandeng Juwana Elrina juga membuka kesempatan bagi pelaku UMKM di sekitar Semarang untuk menitipkan produk mereka.
Kini, pengunjung bisa menemukan berbagai oleh-oleh lokal seperti moci, jenang, keripik, dan abon, menjadikan toko ini sebagai one stop shopping bagi wisatawan maupun pemudik.
Dukungan BRI Dorong UMKM dan Inovasi
Baca Juga: Kehilangan Bhayangkara Muda, Anggota Polda Metro Jaya Meninggal Saat Pengamanan Mudik Lebaran
Dalam perjalanan bisnisnya, Bandeng Juwana Elrina menjalin kerja sama dengan BRI, yang memberikan dukungan mulai dari akses pembiayaan, pelatihan manajemen keuangan, hingga bantuan pengurusan izin usaha seperti PIRT dan sertifikat halal.
Di area toko juga tersedia BRI Corner yang menampilkan produk kerajinan dan pernak-pernik unik, sekaligus menghadirkan berbagai promo seperti cashback, tukar poin, dan tebus murah.
Jason menambahkan, musim Ramadan dan Lebaran selalu meningkatkan jumlah pengunjung, dengan puncak keramaian justru terjadi setelah Idulfitri ketika pemudik pulang dan mampir membeli oleh-oleh.
Baca Juga: Masuk Libur Lebaran, Volume Sampah di Kota Bogor Naik 20 Persen
Corporate Secretary BRI, Dhanny, menyampaikan bahwa dukungan pendanaan dan pemberdayaan dari BRI membantu pelaku usaha seperti Bandeng Juwana Elrina meningkatkan kapasitas usaha, membuka lapangan kerja, dan memperkuat daya saing ekonomi lokal.
“Kisah Bandeng Juwana Elrina menjadi contoh inspiratif bagaimana pendanaan dan pendampingan usaha bisa mendorong pertumbuhan UMKM, yang dapat direplikasi di daerah lain,” ujarnya.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga