RADAR BOGOR - Martabak menjadi salah satu kuliner Bogor favorit yang mudah ditemukan di berbagai kota, termasuk di kota hujan.
Namun, di tengah menjamurnya martabak modern dengan topping kekinian, sejumlah gerai martabak legendaris tetap bertahan dengan cita rasa klasik yang autentik.
Menariknya, setiap tempat memiliki ciri khas tersendiri, mulai dari penggunaan tungku arang hingga resep turun-temurun yang sudah dijaga selama puluhan tahun.
Inilah rekomendasi lima martabak legendaris Bogor yang bisa dijadikan oleh-oleh atau cemal-cemil di rumah.
1. Martabak Kiki
Nama Martabak Kiki semakin populer setelah disebut-sebut sebagai salah satu favorit Joko Widodo.
Berdiri sejak tahun 1990-an, tempat ini menawarkan berbagai pilihan martabak, baik manis maupun telur. Tersedia juga varian tipker (tipis kering) hingga topping premium.
Selain martabak, pengunjung juga bisa menikmati menu lain seperti bakmi dan nasi goreng. Harga relatif terjangkau, mulai dari Rp50.000-an.
2. Martabak Encek
Terletak di Gang Aut, kawasan Surya Kencana, martabak ini sudah eksis sejak 1975.
Keunikan utamanya adalah proses pembuatan yang masih dilakukan langsung oleh sang pemilik dengan metode tradisional menggunakan arang.
Baca Juga: Hasil Pengecekan Bansos di Bank Mandiri 4 April 2026: Saldo PKH dan BPNT Tahap 2 Masih Kosong
Martabak Encek dikenal cepat habis, bahkan dalam waktu sekitar tiga jam saja. Varian yang tersedia cenderung klasik seperti cokelat, keju, kacang, dan wijen.
3. Martabak Singgalang Mawar
Sudah berdiri sejak 1970, martabak ini menjadi salah satu yang paling legendaris di Bogor dan telah bertahan hingga tiga generasi.
Menu andalannya adalah martabak polos dengan tekstur lembut, dipadukan dengan isian kacang dan susu.
Baca Juga: Terungkap Jadwal Gaji ke-13 ASN 2026 yang Wajib Diketahui
Ciri khas lainnya adalah cara pengemasan yang masih menggunakan kertas nasi dan kertas roti, memberikan nuansa tradisional yang kental.
4. Martabak Bangka AVO
Martabak ini sudah menjadi ikon kuliner di kawasan Surya Kencana sejak tahun 1978.
Masih mempertahankan cara tradisional, martabak di sini dimasak menggunakan tungku arang dan dijual dengan gerobak sederhana. Cita rasanya yang klasik membuatnya tetap digemari hingga kini.
Varian yang ditawarkan cukup beragam, mulai dari polos, keju, cokelat, kacang, hingga wijen. Harga dibanderol mulai dari Rp69.000 per loyang.
5. Martabak Abin 288
Berlokasi di Jalan Raya Pajajaran, martabak ini telah berdiri sejak 1983 dan menjadi favorit banyak kalangan, termasuk mantan Wali Kota Bogor Bima Arya.
Penggunaan arang sebagai sumber panas membuat aroma martabak lebih harum dan khas.
Menu andalan di sini adalah martabak manis dengan berbagai kombinasi rasa, serta martabak telur dengan pilihan isi 2 hingga 5 butir telur.
Meski tren kuliner terus berkembang, martabak legendaris di Bogor tetap mempertahankan keaslian rasa dan metode memasak tradisional.
Baca Juga: Jadwal Penyaluran Bansos PKH dan BPNT Tahap 2 Dimulai Minggu Ketiga April 2026, Simak Selengkapnya
Hal inilah yang membuatnya tetap dicari dan menjadi bagian dari identitas kuliner Bogor.***
Editor : Maulidia