RADAR BOGOR – Ngopi Di Sawah menjadi salah satu destinasi kuliner dengan suasana adem dan asri serta pemandangan hamparan sawah yang luas.
Nuansa pedesaan yang kental membuat tempat Ngopi Di Sawah ini kerap disebut memiliki vibes ala Jogja dan Bali.
Dilansir dari unggahan Instagram resmi @ngopidi.sawah, tempat ini bermula dari lahan sawah kecil yang dijadikan area ngopi sederhana saat pandemi.
Dari Sepetak Sawah hingga Jadi Destinasi Favorit
Seiring waktu, Ngopi Di Sawah berkembang pesat hingga kini memiliki area yang jauh lebih luas dengan banyak saung dan joglo, termasuk yang mampu menampung puluhan orang.
Fasilitas Lengkap untuk Semua Kalangan
Selain pemandangan alam, tersedia berbagai fasilitas seperti kolam ikan, mini zoo, dan playground untuk anak-anak.
Pengunjung juga dapat menikmati area jajanan pasar sekaligus melihat proses pembuatan makanan tradisional.
Menu Beragam
Menu yang ditawarkan cukup lengkap, mulai dari nasi gumbira dan nganteuran ka sawah, hingga aneka masakan khas seperti iga bakar, empal gentong, dan sate.
Tersedia juga camilan, jajanan pasar, serta minuman mulai dari rempah, kopi, hingga minuman segar.
Coffee Bar hingga Rencana Roastery
Ngopi Di Sawah memiliki dua bar kopi dengan sudut pandang pemandangan yang berbeda.
Menariknya, tempat ini juga tengah mengembangkan roastery sendiri, sehingga ke depannya pengunjung dapat melihat langsung proses pengolahan kopi hingga menjadi minuman siap saji.
Baca Juga: Bedah Buku Trilogi Pribumisme di Unpak Bogor, Mahasiswa Diajak Jadi Penguasa di Negeri Sendiri
Akses dan Jam Operasional
Lokasi Ngopi Di Sawah berada di Jl. Puri Cemara, Gadog, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor.
Akses menuju lokasi kini lebih nyaman dengan jalan yang baik, area parkir luas, serta fasilitas ramah difabel.
Ngopi Di Sawah buka setiap hari dengan jam operasional:
- Senin–Jumat: 11.00–21.00 WIB
- Sabtu–Minggu: 09.00–21.00 WIB
Dengan suasana asri dan fasilitas lengkap, Ngopi Di Sawah cocok untuk bersantai, quality time, hingga healing tipis-tipis di Bogor. (Adinda/IBI Kesatuan)
Editor : Yosep Awaludin