Rangkaian acara di Kopikina dimulai pada pukul 13.00 hingga 16.00 WIB melalui Cupping & Bar Takeover, sebuah sesi interaktif yang dirancang untuk membawa para tamu lebih dekat dengan dunia kopi.
Dalam sesi ini, Kopikina memperkenalkan tiga pilihan limited beans yang telah dikurasi, yaitu Colombia Las Margaritas Geisha Natural, Ethiopia Kelloo Bensa #1 Washed, dan Panama Volcan Valley Thermolic Geisha.
Ketiga beans ini dapat dinikmati sebagai seduhan selama sesi berlangsung, serta tersedia dalam jumlah terbatas sebagai exclusive coffee beans yang dapat dibeli oleh para tamu.
Melalui sesi ini, Kopikina menegaskan komitmennya dalam industri specialty coffee.
Dengan dukungan fasilitas roastery sendiri, Kopikina terus mengembangkan kurasi biji kopi, mulai dari ragam pilihan beans Indonesia hingga menghadirkan eksklusivitas melalui exotic beans dalam acara ini.
Baca Juga: Siap-Siap KPM! Menteri Sosial Beri Sinyal Penebalan Bansos 2026 Saat Harga BBM Naik
Sesi bar takeover akan menghadirkan kolaborasi bersama Muhammad Fakhri dan Bayu Prawiro, yang akan menyajikan interpretasi minuman yang kreatif dan eksperimental menggunakan beans pilihan tersebut.
Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya Kopikina untuk menunjukkan keseriusan dalam membangun ekosistem specialty coffee, tidak hanya dari sisi produk tetapi juga melalui keterlibatan pelaku industri.
Memasuki malam hari, suasana bertransformasi melalui Homegrown Club sebuah IP Music terbaru dari Kopikina yang didedikasikan untuk meng-highlight talenta lokal.
Inisiatif ini menjadi langkah Kopikina dalam menciptakan ruang yang tidak hanya berfokus pada kopi, tetapi juga mendukung dan mengangkat skena kreatif, khususnya di Bogor.
Sejalan dengan tagline kopikina Specialty for Everyone, kehadiran Kopikina di Taman Heulang Bogor tidak hanya menjadi ekspansi ruang, tetapi juga refleksi dari cara Kopikina bertumbuh di setiap kota.
Berakar dari Jakarta, Kopikina tidak serta-merta mereplikasi pendekatan yang sama, melainkan memilih untuk beradaptasi dengan identitas lokal mendekatkan diri pada kultur, kebiasaan, dan dinamika komunitas yang sudah lebih dulu hidup di dalamnya.
Bagi Kopikina, setiap lokasi memiliki karakter yang berbeda. Di Bogor, hal ini diwujudkan melalui upaya untuk tidak hanya hadir sebagai tempat, tetapi juga sebagai bagian dari ekosistem kreatif yang sudah ada.
Semangat tersebut tercermin dalam kurasi Homegrown Club, yang secara sadar melibatkan talenta lokal sebagai bagian dari pengalaman.
Penampilan utama dari Swellow pada pukul 20.00 hingga 22.00 WIB, sebagai musisi asal Bogor, menjadi representasi dari komitmen Kopikina dalam merayakan dan mengangkat skena kreatif setempat.
Serta menciptakan ruang yang tidak hanya dikunjungi, tetapi juga dimiliki bersama oleh komunitasnya.
“Melalui Kopikina Taman Heulang, kami tidak hanya ingin menghadirkan kopi berkualitas, tetapi juga menjadi bagian dari komunitas di setiap lokasi kami berada. Kami ingin tumbuh bersama Bogor, menghargai karakter lokal dan memberikan ruang bagi talenta yang ada,” ujar Celine, Brand Relations Kopikina.
Melalui rangkaian acara ini, Kopikina Taman Heulang Bogor tidak hanya memperkenalkan sebuah ruang baru, tetapi juga membangun platform di mana kopi, komunitas, dan kreativitas saling terhubung menghadirkan pengalaman dari siang hingga malam, dari rasa hingga irama. (***)
Editor : Yosep Awaludin