Kedai ini hanya buka pada akhir pekan, sementara hari biasa digunakan untuk bersekolah.
Untuk informasi jam operasional, pengunjung dapat memantau melalui akun Instagram resmi @wesben.slowbar.
Konsep Slowbar yang Personal
Dikutip dari unggahan Instagram @jakartacoffeespot, Wesben Slowbar berlokasi di halaman belakang rumah nenek dengan area yang cukup luas, rindang, dan teduh.
Setiap akhir pekan, pemilik yang akrab disapa Lintang membuka sesi seduh dan langsung melayani pengunjung yang datang.
Sementara itu, dilansir dari unggahan @akhielicious, kedai kopi ini menawarkan pengalaman minum kopi yang berbeda karena seluruh proses dikerjakan langsung oleh sang owner.
Nama “Wesben” sendiri berasal dari bahasa Jawa “wes ben” yang berarti “ya sudah”, mencerminkan konsep santai dan tidak terburu-buru dalam menikmati kopi.
Masih dari unggahan @akhielicious, Lintang sempat mengembangkan kemampuannya di dunia kopi dengan belajar di Yogyakarta selama kurang lebih satu tahun.
Wesben Slowbar sendiri awalnya merupakan bagian dari tugas sekolah yang sempat terhenti, sebelum akhirnya dilanjutkan kembali dengan dukungan dan pengawasan orang tua.
Berawal dari tugas sekolah hingga menjadi ruang ngopi yang hidup setiap akhir pekan, Wesben Slowbar menghadirkan pengalaman sederhana namun berkesan bagi para pencinta kopi di Bogor. (Adinda/IBI Kesatuan)