RADAR BOGOR - Kisah transformasi Fahmi Bo dari dunia hiburan ke bisnis kuliner kini menjadi sorotan publik.
Mantan pemeran dari salah satu sinetron terkenal di Indonesia tersebut memilih jalur usaha makanan sebagai langkah bertahan sekaligus bangkit dari keterbatasan kondisi kesehatan yang sempat dialaminya.
Pilihan menu yang diusung pun tidak biasa, yakni acar buntut sapi, yang langsung menarik perhatian pecinta kuliner.
Berbasis di kawasan Palmerah, Jakarta Barat, usaha milik Fahmi Bo ini dikenal dengan nama “Fahmi Bo Icip Icip”.
Konsep yang diusung tergolong sederhana, yakni warung rumahan dengan nuansa apa adanya.
Meski demikian, justru pendekatan ini memberi kesan autentik yang membuat pelanggan merasa dekat dan nyaman, berbeda dengan restoran besar yang cenderung formal.
Baca Juga: Restoran Shabu-Shabu Hachi Grill Segera Sapa Warga Bogor, Taman Yasmin Jadi Lokasi Pilihan
Dari sisi harga, menu utama acar buntut sapi dipatok sekitar Rp50 ribu per porsi untuk makan di tempat.
Sementara itu, jika dipesan melalui layanan ojek online, harganya bisa mencapai sekitar Rp60 ribu.
Rentang harga tersebut menempatkan produk ini di segmen menengah, masih cukup terjangkau dibandingkan sajian buntut di restoran premium.
Selain acar buntut sapi sebagai menu andalan, Fahmi Bo juga menyediakan beberapa pilihan lain seperti sop iga, pindang bandeng, hingga camilan seperti risoles.
Namun demikian, fokus utama tetap berada pada menu khas yang menjadi identitas usahanya, yakni perpaduan unik antara buntut sapi dan kuah acar yang segar.
Keunikan rasa menjadi faktor kunci yang membuat menu ini cepat dikenal. Berbeda dari sop buntut yang identik dengan kuah gurih dan cenderung berat, acar buntut sapi justru menawarkan sensasi asam segar yang ringan di lidah.
Baca Juga: Kopi Kenangan Tajur Hadir 24 Jam, Jadi Pilihan Baru Tempat Nugas dan Hangout di Bogor Timur
Profil rasa ini dinilai lebih bersahabat, terutama bagi mereka yang ingin menikmati buntut tanpa rasa eneg.
Tekstur daging juga menjadi perhatian utama dalam proses pengolahan. Buntut sapi dimasak melalui tahapan perebusan cukup lama hingga menghasilkan daging yang empuk, namun tetap mempertahankan struktur dan cita rasa alaminya.
Kuah yang dihasilkan pun terlihat jernih, tidak berminyak, sehingga memberikan kesan lebih sehat.
Ciri khas lainnya terletak pada komposisi bumbu yang digunakan. Kehadiran cabai hijau besar dan bawang merah utuh memberikan dimensi rasa yang berbeda dari olahan buntut pada umumnya.
Perpaduan ini menghasilkan sensasi pedas ringan yang berpadu dengan rasa segar, menciptakan pengalaman makan yang unik.
Popularitas usaha ini semakin terdongkrak setelah mendapat ulasan dari kanal YouTube Anak Kuliner.
Baca Juga: Kulineran di Pasar Mistis Puncak Bogor, Perpaduan Suasana Alam dan Cita Rasa Nusantara
Dalam video review tersebut, sang kreator memuji kualitas hidangan yang disajikan. “Wah, enak guys! Buntutnya besar dan dagingnya super empuk,” ujarnya, menggambarkan pengalaman mencicipi menu tersebut secara langsung.
Fenomena ini menunjukkan bahwa kekuatan cerita personal dapat menjadi nilai tambah dalam bisnis kuliner.
Latar belakang Fahmi Bo yang berjuang bangkit dari kondisi sulit memberikan sentimen emosional yang memperkuat brand usahanya.
Ditambah lagi dengan kualitas rasa yang dinilai memuaskan, kombinasi ini menciptakan daya tarik yang kuat.
Secara keseluruhan, usaha acar buntut sapi milik Fahmi Bo bukan sekadar tren sesaat. Dengan harga yang kompetitif, konsep sederhana, serta keunikan rasa yang jarang ditemui, bisnis ini memiliki potensi untuk terus berkembang.
Keberhasilannya menjadi contoh bagaimana inovasi menu dan kekuatan cerita dapat berjalan beriringan dalam menarik minat pasar.***
Editor : Eli Kustiyawati