RADAR BOGOR - Puncak selalu menjadi destinasi favorit wisatawan saat musim liburan tiba.
Selain terkenal dengan udara sejuk dan panorama pegunungan yang memanjakan mata, kawasan ini juga menyimpan sederet tempat makan legendaris yang sudah bertahan puluhan tahun.
Bukan hanya soal rasa, tempat-tempat kuliner ini menawarkan pengalaman makan yang berbeda.
Mulai dari suasana khas pedesaan Sunda hingga nuansa klasik peninggalan era kolonial Belanda, semuanya membuat wisatawan betah berlama-lama.
Baca Juga: Pendapatan Negara Tumbuh 13,3 Persen, Defisit APBN April 2026 Turun Jadi 0,64 Persen dari PDB
Berdasarkan penelusuran tim redaksi pada Rabu, 20 Mei 2026, berikut lima tempat makan legendaris di kawasan Puncak yang masih menjadi favorit wisatawan lokal maupun luar daerah.
1. Dulang Restoran, Sajikan Nuansa Sunda yang Tenang dan Asri
Tempat Makan Bernuansa Rumahan dengan Musik Tradisional Sunda
Dulang Restoran menjadi salah satu tempat makan yang banyak diburu wisatawan saat berkunjung ke kawasan Tugu Cisarua.
Restoran yang telah berdiri sekitar 26 tahun itu menawarkan konsep rumah tradisional dengan taman hijau serta danau kecil yang membuat suasana terasa lebih nyaman dan menenangkan.
Pengelola restoran menyebut konsep tersebut sengaja dipertahankan agar pengunjung dapat menikmati hidangan sambil merasakan suasana khas pedesaan Sunda.
Menu yang tersedia cukup beragam, mulai dari nasi timbel, nasi liwet, tutug oncom, hingga hidangan favorit keluarga seperti gurame asam manis, kambing hot plate, dan fuyung hai. Harga makanan dibanderol mulai Rp40 ribuan.
2. Puncak Pass Resort, Restoran Bersejarah Sejak 1928
Jejak Kuliner Belanda yang Masih Bertahan di Kawasan Puncak
Puncak Pass Resort dikenal sebagai salah satu hotel dan restoran tertua di kawasan Puncak.
Tempat ini dibangun pada 1928 oleh Meneer Colin dan hingga kini masih mempertahankan nuansa klasik peninggalan Belanda.
Tak sedikit wisatawan datang untuk menikmati menu khas Eropa yang sudah terkenal sejak lama.
Salah satu hidangan favorit pengunjung adalah Hollandse Poffertjes, camilan manis khas Belanda yang menjadi ikon restoran tersebut.
Selain itu, tersedia pula menu pancake khas Puncak Pass, bitterballen, hingga sosis daging sapi ala Eropa. Harga makanan mulai dari Rp39 ribuan.
Pengelola Puncak Pass Resort menjelaskan bahwa keaslian cita rasa dan bangunan klasik menjadi daya tarik utama yang terus dipertahankan demi memberikan pengalaman berbeda bagi pengunjung.
3. Rumah Makan Bumi Aki, Favorit Wisatawan sejak 1988
Sop Buntut dan Gurame Bakar Jadi Menu Andalan
Rumah Makan Bumi Aki menjadi salah satu ikon kuliner Sunda di kawasan Puncak.
Restoran keluarga ini didirikan pasangan suami istri, Lina dan Dedy, pada 1988.
Awalnya, tempat tersebut hanyalah warung kopi sederhana di Jalan Raya Puncak.
Namun seiring waktu, Bumi Aki berkembang menjadi restoran besar yang hampir selalu dipadati pengunjung, terutama saat akhir pekan dan musim liburan.
Konsep bangunan bernuansa kayu dengan pemandangan alam terbuka membuat pengunjung merasa nyaman menikmati hidangan bersama keluarga.
Beberapa menu favorit di antaranya sop buntut, gurame bakar, ayam khas Sunda, dan nasi timbel hangat. Harga makanan di restoran ini mulai Rp40 ribuan.
Pihak manajemen menyampaikan bahwa konsistensi rasa dan pelayanan menjadi alasan utama mengapa pelanggan terus datang kembali setiap tahun.
4. Sate Maranggi Sari Asih, Kuliner Wajib Saat Melintas ke Puncak
Buka 24 Jam dan Selalu Dipadati Pembeli
Sate Maranggi Sari Asih menjadi destinasi kuliner yang hampir tidak pernah sepi pengunjung.
Warung sate yang sudah berdiri lebih dari 26 tahun itu dikenal memiliki cita rasa khas dengan daging empuk dan bumbu maranggi yang meresap sempurna.
Banyak wisatawan menganggap mampir ke tempat ini sebagai tradisi wajib ketika berlibur ke kawasan Puncak dan Cipanas.
Sate dijual sekitar Rp4 ribu per tusuk dan biasanya disantap bersama ketan bakar serta sambal oncom khas Sunda.
Menariknya, warung sederhana ini buka selama 24 jam sehingga selalu ramai, bahkan hingga larut malam.
5. Warung Sate Shinta, Langganan Presiden Jokowi Saat ke Puncak
Berdiri Sejak 1977 dan Tetap Jadi Favorit Pecinta Sate
Warung Sate Shinta menjadi salah satu tempat makan sate paling legendaris di kawasan Puncak.
Warung yang telah beroperasi sejak 1977 itu dikenal luas karena kualitas sate kambing mudanya yang empuk dan kaya rempah.
Pemilik warung menyebut sejumlah tokoh nasional pernah mampir ke tempat tersebut, termasuk Presiden ke-7 RI Joko Widodo saat melakukan kunjungan ke kawasan Puncak.
Selain sate kambing spesial, pengunjung juga dapat menikmati sate ayam dan tongseng kambing dengan harga mulai Rp40 ribuan. Tempat makan ini juga buka selama 24 jam.
Kuliner Legendaris Jadi Daya Tarik Wisata Puncak
Keberadaan tempat makan legendaris di kawasan Puncak bukan hanya menjadi pelengkap perjalanan wisata, tetapi juga bagian dari sejarah panjang perkembangan pariwisata di wilayah tersebut.
Perpaduan udara dingin, panorama alam, dan cita rasa khas membuat wisata kuliner di Puncak selalu memiliki tempat tersendiri di hati para pelancong.
Tak heran jika banyak wisatawan menjadikan agenda berburu kuliner sebagai aktivitas wajib saat menghabiskan liburan di kawasan ini. (*)
Editor : Lucky Lukman Nul Hakim