Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Saat ke Kota Solo Cobain 10 Kuliner Legendaris yang Bikin Rindu Pulang, Nomor 8 Paling Diburu Wisatawan

Lucky Lukman Nul Hakim • Rabu, 20 Mei 2026 | 09:15 WIB
Berbagai kuliner legendaris di Solo jadi rekomendasi.
Berbagai kuliner legendaris di Solo jadi rekomendasi.

RADAR BOGOR - Surakarta atau Solo tidak pernah kehilangan daya tariknya sebagai kota budaya sekaligus surga kuliner tradisional.

Kota yang dikenal dengan suasana tenang dan keramahan warganya itu menyimpan banyak kuliner legendaris yang tetap bertahan di tengah gempuran makanan modern. 

Mulai dari sajian berkuah hangat, makanan berbumbu santan, hingga jajanan tradisional khas pasar, semuanya menghadirkan rasa nostalgia yang sulit dilupakan.

Baca Juga: Cari Tempat Nongkrong Sekitar Stasiun Bogor? Ini 6 Coffee Shop yang Bisa Jadi Pilihan buat Ngopi Santai sampai WFC

Berdasarkan penelusuran tim redaksi pada Rabu, 20 Mei 2026, berikut 10 kuliner legendaris Solo yang wajib masuk daftar wisata kuliner saat berkunjung ke Kota Bengawan.

1. Nasi Liwet Wongso Lemu, Ikon Kuliner Malam Sejak 1950-an

Gurihnya Areh Jadi Rahasia Kelezatan

Nasi Liwet Wongso Lemu menjadi salah satu destinasi kuliner malam paling legendaris di Solo.

Warung yang telah berdiri sejak era 1950-an itu dikenal dengan nasi liwet khas Solo yang dimasak menggunakan santan kelapa, kaldu ayam kampung, daun salam, dan serai sehingga menghasilkan aroma gurih yang khas.

Cita rasa autentik, tetap dipertahankan dengan penggunaan areh, yaitu santan kental yang dimasak hingga teksturnya menyerupai krim lembut.

Sajian nasi liwet biasanya dilengkapi suwiran ayam kampung, telur pindang, dan sayur labu siam bercita rasa manis gurih.

2. Soto Gading, Tempat Sarapan Favorit Para Presiden RI

Kuah Bening dengan Rasa Kaldu yang Ringan dan Kaya Rempah

Soto Gading dikenal luas sebagai salah satu warung soto paling populer di Solo.

Tempat makan sederhana ini pernah dikunjungi sejumlah Presiden Republik Indonesia, mulai dari Presiden ke-2 RI Soeharto hingga Presiden ke-7 RI Joko Widodo.

Kekuatan utama Soto Gading, terletak pada kuah bening yang dimasak perlahan menggunakan kaldu ayam dan rempah pilihan sehingga menghasilkan rasa gurih yang ringan namun tetap kaya rasa.

Baca Juga: Proyek Perpanjangan Peron di Stasiun Bogor Capai 30 Persen, Jaringan Listrik Baru Sudah Berdiri

Menu pelengkap seperti sate paru, sate telur puyuh, empal, dan perkedel juga menjadi favorit pelanggan.

3. Cabuk Rambak Pasar Gede, Kuliner Langka yang Masih Bertahan

Saus Wijen Tradisional Jadi Daya Tarik Utama

Cabuk Rambak Pasar Gede menjadi salah satu kuliner tradisional yang kini semakin sulit ditemukan.

Makanan khas Solo ini terdiri dari ketupat tipis yang disiram saus berbahan wijen sangrai, kelapa, dan kemiri, lalu disajikan bersama karak atau kerupuk nasi.

Pedagang cabuk rambak di kawasan Pasar Gede menjelaskan bahwa proses pembuatan saus membutuhkan waktu cukup lama agar aroma wijen panggang benar-benar keluar.

Keunikan lain dari kuliner ini adalah cara makannya yang masih tradisional menggunakan lidi kecil sebagai alat tusuk.

4. Selat Solo Vien’s, Perpaduan Kuliner Jawa dan Belanda

Bistik Khas Solo dengan Sentuhan Eropa

Selat Solo Vien’s menjadi salah satu tempat makan favorit wisatawan saat mencari hidangan khas Solo bernuansa kolonial.

Selat Solo dikenal sebagai hasil adaptasi masyarakat Jawa terhadap steak dan salad ala Belanda pada masa lampau.

Daging sapi dimasak hingga empuk menggunakan bumbu semur manis, lalu disajikan bersama sayuran rebus, kentang goreng, telur kecap, dan kuah segar bercita rasa gurih manis.

Penggunaan mustard menjadi salah satu elemen penting yang memberikan keseimbangan rasa pada hidangan tersebut.

5. Tengkleng Klewer Bu Edi, Sensasi Makan di Tengah Keramaian Pasar

Wisatawan Rela Antre demi Menikmati Tulang Bertabur Daging

Tengkleng Klewer Bu Edi selalu dipadati pembeli, terutama saat jam makan siang.

Warung legendaris yang berada di bawah gapura Pasar Klewer itu terkenal dengan tengkleng kambing berkuah gurih pedas dan potongan tulang yang masih dipenuhi daging.

Pengunjung biasanya menikmati tengkleng langsung menggunakan tangan untuk merasakan sensasi menyantap sumsum dan daging yang menempel di sela tulang.

Resep kuah rempah tetap dipertahankan sejak pertama kali berdiri agar rasa autentiknya tidak berubah.

6. Timlo Sastro, Comfort Food Andalan Warga Solo

Sosis Solo Jadi Isian Paling Ikonik

Timlo Sastro dikenal sebagai salah satu sajian berkuah paling nyaman disantap saat cuaca dingin.

Timlo khas Solo ini berisi sosis Solo, telur kecap, ati ampela, dan suwiran ayam yang disiram kuah bening kaya kaldu.

Sosis Solo dibuat dari dadar tipis berisi ayam berbumbu yang kemudian digoreng sehingga menghasilkan cita rasa gurih khas.

Hidangan ini banyak dipilih wisatawan yang mencari makanan ringan namun tetap mengenyangkan.

7. Gudeg Ceker Margoyudan, Kuliner Malam dengan Ceker Super Empuk

Dim asak Berjam-jam hingga Teksturnya Lumer

Gudeg Ceker Margoyudan menjadi salah satu destinasi kuliner malam paling terkenal di Solo.

Berbeda dengan gudeg khas Yogyakarta yang dominan manis, gudeg Solo memiliki karakter rasa lebih gurih dengan kuah areh yang melimpah.

Menu andalan di tempat ini adalah ceker ayam yang dimasak berjam-jam hingga teksturnya sangat empuk dan mudah terlepas dari tulangnya.

Pelanggan biasanya rela mengantre sejak malam demi mendapatkan porsi gudeg legendaris tersebut.

8. Serabi Notosuman, Aroma Tungku Arang yang Tak Tergantikan

Tekstur Renyah di Pinggir dan Lembut di Tengah

Serabi Notosuman tetap mempertahankan metode memasak tradisional menggunakan tungku arang.

Adonan tepung beras dan santan dimasak perlahan hingga menghasilkan aroma smokey khas yang menjadi ciri utama serabi legendaris ini.

Bagian pinggir serabi memiliki tekstur renyah, sementara bagian tengahnya tetap lembut dan creamy.

Varian original dan cokelat menjadi pilihan favorit pelanggan yang datang dari berbagai daerah.

9. Dawet Telasih Bu Dermi, Pelepas Dahaga Favorit di Pasar Gede

Isiannya Lengkap dan Penuh Sensasi Segar

Dawet Telasih Bu Dermi menjadi salah satu minuman tradisional paling dicari wisatawan saat berkunjung ke Pasar Gede.

Minuman ini berisi cendol, bubur sumsum, ketan hitam, tape ketan, biji selasih, dan siraman santan serta gula merah cair.

Keseimbangan rasa manis dan gurih menjadi kunci utama kesegaran dawet telasih khas Solo.

10. Es Gempol Pleret, Minuman Tradisional yang Mulai Langka

Sajian Sederhana dengan Rasa Nostalgia

Es Gempol Pleret menjadi salah satu minuman tradisional khas Solo yang masih bertahan hingga kini.

Gempol dibuat dari tepung beras dengan rasa gurih, sedangkan pleret memiliki cita rasa manis dan tekstur kenyal.

Keduanya disajikan bersama santan segar, gula aren cair, dan es batu yang menghasilkan rasa sederhana namun menyegarkan.

Banyak warga Solo menganggap minuman ini sebagai simbol nostalgia masa kecil yang sulit tergantikan.

Kuliner Solo Selalu Punya Cara Membuat Orang Rindu

Kuliner khas Solo bukan sekadar soal rasa, tetapi juga menyimpan sejarah panjang dan budaya yang terus diwariskan lintas generasi.

Perpaduan rasa gurih, manis, dan rempah yang khas membuat kota ini selalu menjadi destinasi favorit wisatawan pecinta kuliner tradisional Indonesia. (*)

Editor : Lucky Lukman Nul Hakim
#solo #bogor #legendaris #kuliner